DPR Ultimatum Kemenkes soal Virus Super Flu

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat perlu untuk waspadai adanya peningkatan kasus influenza penyebab infeksi saluran pernafasan akut di antaranya varian H3N2 yang viral dengan istilah “superflu”.

Hal ini karena, H3N2 superflu telah terditeksi masuk ke Indonesia, sejak 25 Desember 2025. Penyakit ini berbahata bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis dan komorbidtas.

BACA JUGA: Gawat, Super Flu Terdeteksi Masuk RI, Begini Gejalanya

Penderita super flu akan mengalami, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah cepat dan terukur dalam mengatasi kasus influenza penyebab infeksi saluran pernafasan akut, seperti varian H3N2 atau superflu.

BACA JUGA: Sering Dikira Flu Biasa, Infeksi RSV Bisa Berkembang Cepat, Lindungi Bayi Anda

"Jika vaksin yang ada tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap subclade K, kami minta Kemenkes segera melakukan uji ulang, transparan dalam publikasi hasilnya, dan menyusun rencana antisipasi vaksin alternatif yang lebih manjur,” kata Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh dikutip Jumat (2/1).

Lebih lanjut, Ninik mendesak Kemenkes melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, kata dia, perlu dilakukan evaluasi dan uji ulang efektivitas vaksin influenza saat ini terhadap subclade K. Kedua, transparansi data uji klinis dan hasil surveilans virus influenza di Indonesia.

"Ketiga, saya minta adanya percepatan pengembangan atau pengadaan vaksin alternatif yang lebih efektif bila terbukti vaksin saat ini memiliki efektivitas rendah terhadap varian yang dominan," ujarnya.

Berikutnya, Ninik juga menyinggung perlunya kolaborasi lebih erat antara DPR, Kemenkes, ahli epidemiologi, serta organisasi kesehatan global untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam respons epidemi influenza musiman yang semakin kompleks.

Diketahui, subclade K merupakan bentuk baru dari virus Influenza A (H3N2) yang belakangan mendominasi gelombang kasus flu di sejumlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

Meski otoritas kesehatan dunia menyatakan varian ini tidak secara inheren lebih mematikan, tingkat penularannya yang tinggi membuat lonjakan kasus dan tekanan pada fasilitas kesehatan meningkat pesat.

Menurut data terakhir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hingga saat ini di AS diperkirakan telah terjadi jutaan kasus influenza pada musim ini dan puluhan ribu rawat inap yang sebagian besar terkait H3N2 subclade K.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PLN Pastikan Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tidak Berubah, Pemerintah: Demi Stabilitas Ekonomi
• 6 jam laludisway.id
thumb
Baru Hari Pertama di 2026, Manchester United Sudah Lakukan Aktivitas di Bursa Transfer Pemain 
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Imbas Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo, Menhub Minta Operator Patuhi Imbauan BMKG
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Pemkot Sebut Warga Serang Sudah Setuju soal Kiriman Sampah dari Tangsel
• 4 jam laludetik.com
thumb
Tak Ada Santa Rally, Harga Bitcoin Gagal Tutup Desember di US$90.000
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.