Beijing, (ANTARA/PRNewswire)- CGTN menerbitkan artikel tentang prioritas domestik Tiongkok pada 2025. Artikel ini menyoroti rangkaian kunjungan kerja dan rapat yang dipimpin Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menekankan modernisasi yang berpusat pada rakyat, pembangunan ekonomi bermutu tinggi, pelestarian warisan budaya, persatuan etnis, serta kebijakan reformasi dan pintu terbuka yang semakin gencar. Semua langkah tersebut menunjukkan tekad Tiongkok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong agenda modernisasi.
Menjelang akhir 2025, modernisasi Tiongkok berada pada momen penting—bab Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) Ke-14 telah berakhir dan Repelita Ke-15 segera dimulai. Dari pabrik dan laboratorium riset hingga komunitas lokal dan situs budaya, rangkaian kunjungan kerja Presiden Xi Jinping dan berbagai rapat tingkat pusat sepanjang tahun ini menggambarkan upaya Tiongkok mengarahkan tata kelola domestik dan merancang tahap modernisasi berikutnya.
Modernisasi yang Berpusat pada Rakyat
"Kehidupan yang bahagia bagi setiap keluarga serta masa depan yang baik bagi lansia dan anak-anak menggambarkan sebuah dunia yang indah," ujar Xi dalam kunjungan kerja pada Januari lalu di Provinsi Liaoning. Hal tersebut menegaskan prinsip utama bahwa modernisasi pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Menembus cuaca dingin, Xi menempuh perjalanan hampir satu jam di jalan pegunungan untuk mengunjungi keluarga yang terdampak banjir di Desa Zhuangjiagou. "Saya memikirkan Anda dan berkunjung sebelum Imlek," ujar Xi kepada para warga. "Rakyat selalu dapat mengandalkan Partai dan pemerintah pada saat-saat tersulit, dan kami akan membantu rakyat mengatasi kesulitan serta membangun kembali rumah."
Dalam rangkaian kunjungan kerja sepanjang 2025, Xi berulang kali menyoroti kesejahteraan rakyat, mulai dari ketahanan pangan, revitalisasi pedesaan, dan lapangan kerja hingga perumahan, layanan publik, dan lingkungan hidup. Saat bencana terjadi—gempa berkekuatan 6,8 di Kecamatan Dingri, longsor di Kecamatan Junlian, Sichuan, serta banjir bandang di Kecamatan Yuzhong, Gansu—Xi segera menginstruksikan misi penyelamatan demi melindungi nyawa dan meminimalkan korban.
Ketika mengarahkan penyusunan Repelita Ke-15, Xi juga menekankan pentingnya mendengar aspirasi rakyat dan menghimpun kebijaksanaan publik guna membangun konsensus bagi modernisasi yang memperbaiki kehidupan sehari-hari.
Pembangunan Bermutu Tinggi sebagai Jangkar
"Kita harus menghadapi ketidakpastian akibat perubahan besar dalam lingkungan eksternal demi menjamin kelangsungan pembangunan bermutu tinggi di dalam negeri," kata Xi pada April lalu dalam rapat Politbiro. Ia juga menekankan penguatan ekonomi riil, peningkatan industri, dan kemajuan teknologi.
Pada April, Xi meninjau inkubator AI di Shanghai, beberapa hari setelah memimpin sesi studi kelompok Politbiro tentang kecerdasan buatan, dengan menegaskan pentingnya integrasi inovasi AI dan pengembangan industri.
Xi selalu menganggap ekonomi riil—sektor yang menghasilkan barang dan jasa—sebagai fondasi ekonomi nasional. Pada Juli, tepatnya di Yangquan Valve Company, Provinsi Shanxi, Xi menegaskan bahwa ekonomi riil, khususnya industri konvensional, tidak boleh ditinggalkan, melainkan harus ditransformasi dan ditingkatkan melalui inovasi teknologi.
Memperkuat Fondasi Kebudayaan
"Khazanah budaya Tiongkok harus dilindungi dan diwariskan dengan baik, serta nilai budaya di baliknya harus dipromosikan," ujar Xi dalam kunjungan kerja pada Mei lalu di Henan. Ia juga menegaskan peran kebudayaan sebagai pilar kekuatan bangsa.
Ketika berkunjung ke Museum Istana di Beijing pada Oktober lalu, ia mengatakan bahwa peninggalan budaya merupakan aset "milik rakyat dan harus melayani rakyat," serta mendorong pelestarian, restorasi, dan pemanfaatan inovatif agar warisan budaya dapat menjadi sumber pendidikan dan jendela bagi dunia untuk memahami Tiongkok.
Sejarah perjuangan bangsa Tiongkok juga menjadi bagian penting dari fondasi budaya. Xi telah mengunjungi sejumlah situs perjuangan bangsa Tiongkok pada tahun lalu. Lewat kunjungan tersebut, Xi menekankan pentingnya menceritakan kisah Perang Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan mewariskan semangatnya.
Pada peringatan 60 tahun berdirinya Wilayah Otonom Xizang dan 70 tahun berdirinya Wilayah Otonom Uygur Xinjiang, Xi memimpin delegasi pemerintah pusat untuk memperkuat persatuan etnis dan memajukan pembangunan bangsa Tiongkok.
Pada 3 September, menjelang parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Tiananmen, Presiden Xi menyatakan, "Kebangkitan besar bangsa Tiongkok tidak dapat dihentikan". Hal ini menegaskan bahwa perdamaian dan pembangunan bagi umat manusia pada akhirnya akan bertahan.
Membuka Cakrawala Baru Lewat Reformasi dan Kebijakan Pintu Terbuka
"Kita akan membuat terobosan baru dalam reformasi dan pembangunan selama kita bisa memperkuat keyakinan dan kepercayaan diri, mengatasi masalah dan kendala, serta menangani risiko dan tantangan tanpa keraguan," tegas Xi pada 2025. Xi menempatkan reformasi dan kebijakan pintu terbuka sebagai kunci untuk menembus hambatan pembangunan, mendukung perusahaan swasta, dan memajukan pasar nasional terpadu.
Saat bertemu dengan perwakilan dunia usaha global, Xi menegaskan kembali bahwa kebijakan pintu terbuka Tiongkok akan terus berjalan dengan kebijakan yang konsisten bagi investasi asing.
Pada Rapat Pleno Keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Ke-20, cetak biru Repelita Ke-15 telah tersusun di bawah kepemimpinan Xi. Menjelang akhir 2025, Tiongkok bersiap memasuki babak baru, menerjemahkan visi menjadi tindakan nyata dengan prioritas yang jelas dan jalur modernisasi yang mantap.
Informasi selengkapnya:
https://news.cgtn.com/news/2025-12-30/Live-Chinese-President-Xi-Jinping-delivers-2026-New-Year-Address-1JwmtzZkcsU/p.html
https://news.cgtn.com/news/2025-12-30/Inside-China-s-domestic-agenda-Key-priorities-in-2025-1JwoKjSgzQs/p.html
SOURCE CGTN
Menjelang akhir 2025, modernisasi Tiongkok berada pada momen penting—bab Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) Ke-14 telah berakhir dan Repelita Ke-15 segera dimulai. Dari pabrik dan laboratorium riset hingga komunitas lokal dan situs budaya, rangkaian kunjungan kerja Presiden Xi Jinping dan berbagai rapat tingkat pusat sepanjang tahun ini menggambarkan upaya Tiongkok mengarahkan tata kelola domestik dan merancang tahap modernisasi berikutnya.
Modernisasi yang Berpusat pada Rakyat
"Kehidupan yang bahagia bagi setiap keluarga serta masa depan yang baik bagi lansia dan anak-anak menggambarkan sebuah dunia yang indah," ujar Xi dalam kunjungan kerja pada Januari lalu di Provinsi Liaoning. Hal tersebut menegaskan prinsip utama bahwa modernisasi pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Menembus cuaca dingin, Xi menempuh perjalanan hampir satu jam di jalan pegunungan untuk mengunjungi keluarga yang terdampak banjir di Desa Zhuangjiagou. "Saya memikirkan Anda dan berkunjung sebelum Imlek," ujar Xi kepada para warga. "Rakyat selalu dapat mengandalkan Partai dan pemerintah pada saat-saat tersulit, dan kami akan membantu rakyat mengatasi kesulitan serta membangun kembali rumah."
Dalam rangkaian kunjungan kerja sepanjang 2025, Xi berulang kali menyoroti kesejahteraan rakyat, mulai dari ketahanan pangan, revitalisasi pedesaan, dan lapangan kerja hingga perumahan, layanan publik, dan lingkungan hidup. Saat bencana terjadi—gempa berkekuatan 6,8 di Kecamatan Dingri, longsor di Kecamatan Junlian, Sichuan, serta banjir bandang di Kecamatan Yuzhong, Gansu—Xi segera menginstruksikan misi penyelamatan demi melindungi nyawa dan meminimalkan korban.
Ketika mengarahkan penyusunan Repelita Ke-15, Xi juga menekankan pentingnya mendengar aspirasi rakyat dan menghimpun kebijaksanaan publik guna membangun konsensus bagi modernisasi yang memperbaiki kehidupan sehari-hari.
Pembangunan Bermutu Tinggi sebagai Jangkar
"Kita harus menghadapi ketidakpastian akibat perubahan besar dalam lingkungan eksternal demi menjamin kelangsungan pembangunan bermutu tinggi di dalam negeri," kata Xi pada April lalu dalam rapat Politbiro. Ia juga menekankan penguatan ekonomi riil, peningkatan industri, dan kemajuan teknologi.
Pada April, Xi meninjau inkubator AI di Shanghai, beberapa hari setelah memimpin sesi studi kelompok Politbiro tentang kecerdasan buatan, dengan menegaskan pentingnya integrasi inovasi AI dan pengembangan industri.
Xi selalu menganggap ekonomi riil—sektor yang menghasilkan barang dan jasa—sebagai fondasi ekonomi nasional. Pada Juli, tepatnya di Yangquan Valve Company, Provinsi Shanxi, Xi menegaskan bahwa ekonomi riil, khususnya industri konvensional, tidak boleh ditinggalkan, melainkan harus ditransformasi dan ditingkatkan melalui inovasi teknologi.
Memperkuat Fondasi Kebudayaan
"Khazanah budaya Tiongkok harus dilindungi dan diwariskan dengan baik, serta nilai budaya di baliknya harus dipromosikan," ujar Xi dalam kunjungan kerja pada Mei lalu di Henan. Ia juga menegaskan peran kebudayaan sebagai pilar kekuatan bangsa.
Ketika berkunjung ke Museum Istana di Beijing pada Oktober lalu, ia mengatakan bahwa peninggalan budaya merupakan aset "milik rakyat dan harus melayani rakyat," serta mendorong pelestarian, restorasi, dan pemanfaatan inovatif agar warisan budaya dapat menjadi sumber pendidikan dan jendela bagi dunia untuk memahami Tiongkok.
Sejarah perjuangan bangsa Tiongkok juga menjadi bagian penting dari fondasi budaya. Xi telah mengunjungi sejumlah situs perjuangan bangsa Tiongkok pada tahun lalu. Lewat kunjungan tersebut, Xi menekankan pentingnya menceritakan kisah Perang Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan mewariskan semangatnya.
Pada peringatan 60 tahun berdirinya Wilayah Otonom Xizang dan 70 tahun berdirinya Wilayah Otonom Uygur Xinjiang, Xi memimpin delegasi pemerintah pusat untuk memperkuat persatuan etnis dan memajukan pembangunan bangsa Tiongkok.
Pada 3 September, menjelang parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Tiananmen, Presiden Xi menyatakan, "Kebangkitan besar bangsa Tiongkok tidak dapat dihentikan". Hal ini menegaskan bahwa perdamaian dan pembangunan bagi umat manusia pada akhirnya akan bertahan.
Membuka Cakrawala Baru Lewat Reformasi dan Kebijakan Pintu Terbuka
"Kita akan membuat terobosan baru dalam reformasi dan pembangunan selama kita bisa memperkuat keyakinan dan kepercayaan diri, mengatasi masalah dan kendala, serta menangani risiko dan tantangan tanpa keraguan," tegas Xi pada 2025. Xi menempatkan reformasi dan kebijakan pintu terbuka sebagai kunci untuk menembus hambatan pembangunan, mendukung perusahaan swasta, dan memajukan pasar nasional terpadu.
Saat bertemu dengan perwakilan dunia usaha global, Xi menegaskan kembali bahwa kebijakan pintu terbuka Tiongkok akan terus berjalan dengan kebijakan yang konsisten bagi investasi asing.
Pada Rapat Pleno Keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Ke-20, cetak biru Repelita Ke-15 telah tersusun di bawah kepemimpinan Xi. Menjelang akhir 2025, Tiongkok bersiap memasuki babak baru, menerjemahkan visi menjadi tindakan nyata dengan prioritas yang jelas dan jalur modernisasi yang mantap.
Informasi selengkapnya:
https://news.cgtn.com/news/2025-12-30/Live-Chinese-President-Xi-Jinping-delivers-2026-New-Year-Address-1JwmtzZkcsU/p.html
https://news.cgtn.com/news/2025-12-30/Inside-China-s-domestic-agenda-Key-priorities-in-2025-1JwoKjSgzQs/p.html
SOURCE CGTN



