Varian Flu Subklad K Menyebar Seiring Musim Liburan

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Kasus flu meningkat pesat dan lebih parah di seluruh dunia didorong oleh varian baru virus subklad K yang diberitakan di banyak media sebagai ”superflu”. Varian baru influenza A ini juga telah ditemukan di Indonesia dan kasusnya diperkirakan terus meningkat seiring dengan perjalanan liburan.

Sejumlah negara, seperti Inggris, melaporkan penyebaran wabah flu musiman yang lebih awal dan lebih parah. Menurut analisis British Medical Journal (BMJ) pada 10 Desember 2025, varian influenza A H3N2 subklade K menjadi penyebab musim flu yang lebih awal dan parah di Inggris.

Data resmi di Inggris menunjukkan bahwa persentase kasus positif flu mulai meningkat di negeri itu sejak Oktober. Lonjakan ini muncul jauh lebih awal daripada tiga tahun sebelumnya secara berturut-turut. Kasus flu yang signifikan kini dilaporkan di seluruh Inggris Raya, termasuk Skotlandia, di mana jumlah pasien rawat inap meningkat 70 persen hanya dalam satu minggu.

Kekhawatirannya adalah bahwa flu ini akan lebih meluas.

Di Inggris, rata-rata 1.717 pasien dirawat di rumah sakit karena flu pada minggu terakhir bulan November, menurut data National Health Service (NHS) Inggris, rekor tertinggi untuk waktu ini dalam setahun.

Sebanyak 2 persen tempat tidur rumah sakit di Inggris kini ditempati oleh pasien flu. NHS Inggris memperingatkan bahwa keterisian tempat tidur oleh pasien flu sekarang sudah 50 persen lebih tinggi daripada waktu yang sama tahun lalu dan sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

Strain subklade K telah menyeberangi Atlantik dan sekarang menjadi strain dominan di AS. Menurut menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, strain ini bertanggung jawab atas kasus flu yang sangat tinggi di New York, Rhode Island, Colorado, dan Louisiana, serta di beberapa negara bagian.

CDC memperkirakan, setidaknya ada 7,5 juta kasus, 81.000 rawat inap, dan 3.100 kematian akibat flu hingga saat ini di AS. Itu termasuk setidaknya delapan kematian anak.

”Inggris terkena dampak yang cukup parah oleh ini, begitu pula Eropa dan Australia,” kata Neil Maniar, Direktur Program Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Northeastern, dalam keterangan tertulis. ”Ini akan menjadi musim flu yang sangat sulit.”

Baca Juga62 Kasus Superflu Ditemukan di Indonesia, Kemenkes: Kondisi Masih Terkendali

Strain flu yang saat ini dominan, menurut Maniar, dapat menyebabkan ”penyakit yang serius”. ”Kekhawatiran lainnya adalah bahwa strain ini tidak selaras dengan vaksin tahun ini, yang berarti ada potensi proporsi populasi yang lebih besar yang rentan terhadap flu,” ujarnya.

Sementara Kementerian Kesehatan RI melaporkan influenza A subklade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. Setidaknya, hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A subklad K telah ditemukan di delapan provinsi. Tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Tentang flu subklad K

Seperti umumnya flu, gejala influenza subklad K meliputi batuk, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, berkeringat, dan menggigil. Maniar mengatakan, dia tidak tahu apakah varian saat ini ”pasti lebih ganas” daripada tahun-tahun sebelumnya. Kekhawatirannya adalah bahwa flu ini akan lebih meluas.

”Ini bisa menjadi penyakit yang sangat serius. Kita perlu menanggapinya dengan serius dan kita perlu mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri kita sendiri,” kata Maniar.

Virus flu adalah pengubah bentuk, terus bermutasi, dan hadir dalam berbagai bentuk. Ada dua subtipe flu tipe A dan subklad K adalah versi mutasi dari salah satunya yang disebut H3N2. Strain H3N2 selalu parah, terutama untuk orang dewasa yang lebih tua.

Baca JugaMengenal Superflu yang Mudah Menular

Mutasi subklad K sebenarnya tidak cukup signifikan untuk dianggap sebagai jenis flu yang sepenuhnya baru. Namun, menurut Andrew Pekosz, ahli virus di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, seperti dilaporkan The Associate Press, Rabu (31/12/2025), virus-virus tersebut cukup berbeda sehingga dapat menghindari beberapa perlindungan dari vaksin tahun ini.

CDC mengatakan, saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui seberapa parah musim flu tahun ini. Namun, musim flu yang didominasi versi H3N2 cenderung buruk. Namun, Pekosz memperingatkan, butuh waktu untuk memilah apakah versi subklade K ini hanya menyebar lebih mudah atau juga lebih berbahaya.

Sambil menunggu para ahli memahami lebih jauh tentang subklad K, CDC mencatat ada beberapa obat resep untuk mengobati flu, biasanya direkomendasikan untuk orang-orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi. Namun, obat tersebut umumnya perlu dikonsumsi satu atau dua hari setelah gejala dimulai.

Jika seseorang terkena flu, pengobatannya sama seperti virus influenza lainnya, kata Brandon Dionne, Profesor Klinis di Bidang Farmasi dan Ilmu Sistem Kesehatan di Northeastern University. ”Oseltamivir (Tamiflu) adalah obat oral yang paling efektif jika dimulai sesegera mungkin setelah gejala muncul,” katanya.

Rekomendasi vaksin flu

CDC juga merekomendasikan agar warga berusia 6 bulan ke atas mendapatkan vaksin flu. Meskipun badan kesehatan federal AS merekomendasikan pemberian vaksin pada bulan September atau Oktober, tetapi belum terlambat untuk divaksinasi sekarang.

”Pastikan untuk mendapatkannya (vaksin) saat kita memasuki liburan, Tahun Baru, dan tahun ajaran baru,” kata Maniar. Ia menambahkan, butuh sekitar dua minggu untuk membangun respons imun yang kuat. Walau begitu, dalam beberapa hari kekebalan mulai terbentuk.

Baca JugaVaksinasi Flu Gratis di Meksiko

CDC dan berbagai organisasi medis utama di AS merekomendasikan vaksin flu untuk hampir semua orang berusia 6 bulan ke atas. Terlepas dari banyaknya informasi yang salah dan kebingungan baru-baru ini tentang vaksin, rekomendasi vaksin flu belum berubah, termasuk terhadap varian subklad K.

Flu sangat berbahaya bagi orang berusia 65 tahun ke atas, wanita hamil, anak kecil, dan orang-orang dari segala usia yang memiliki masalah kesehatan kronis, termasuk asma, diabetes, penyakit jantung, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Dionne mengatakan, masalahnya adalah strain influenza tersebut mengalami banyak mutasi pada protein permukaan hemagglutinin yang digunakan untuk memicu respons antibodi dalam produksi vaksin.

”Karena itu, vaksin ini tidak sepenuhnya cocok dengan virus seperti strain H3N2 yang digunakan untuk mengembangkannya,” katanya.

Dionne menambahkan, vaksin flu biasanya memiliki tingkat efikasi 40-60 persen. Namun, laporan awal dari Inggris memperkirakan, tingkat efikasinya 32-39 persen pada orang dewasa dan 72-75 persen pada anak-anak.

Baca JugaVaksin Flu Gratis bagi yang Tidak Memiliki Asuransi di Amerika

Terlepas dari ketidakcocokan tersebut, kata Maniar, penting untuk mendapatkan vaksin flu. ”Salah satu tujuan penting dari vaksin flu adalah untuk mengurangi keparahan penyakit jika Anda terkena flu,” katanya.

Vaksin flu yang ada telah dirancang untuk melindungi terhadap tiga strain influenza. Jadi, terlepas dari kekhawatiran terhadap varian H3N2 yang baru, vaksin tersebut masih bisa dipakai untuk melawan H1N1 dan flu tipe B yang mungkin juga beredar tahun ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Balik di Bandara YIA Diprediksi Minggu 4 Januari
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Gudeg 3 Porsi Rp 85 Ribu di Malioboro, Pengelola Beri Penjelasan
• 5 jam laludetik.com
thumb
Legenda Brasil Roberto Carlos Masuk Rumah Sakit, Bantah Isu Serangan Jantung
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gejala Super Flu yang Sudah Masuk Indonesia, Apakah Beda dengan Flu Biasa?
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Rahasia Hubungan Bahagia Menurut Psikolog
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.