Tarif Tol Bandara Soetta Bakal Naik Mulai 5 Januari 2026, Catat Besarannya

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan menaikkan tarif tol Sedyatmo alias tol Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), mulai tanggal 05 Januari 2026, pukul 00.00 WIB.

Penyesuaian tarif ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) No. 1325/KPTS/M/2025 tanggal 25 November 2025 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Penyesuain Tarif Tol Pada Ruas Jalan Tol Prof. DR. IR. Soedijatmo.

Baca Juga :
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Kuartal-I 2026
Rayakan Momen Tahun Baru 2026, Tarif LRT Jakarta Cuma Rp 1

Penyesuaian tarif tol telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol dengan perubahan terakhir pada PP Nomor 17 Tahun 2021.

"Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi," ujar Manajemen Jasa Marga dalam keterangannya, Jumat, 2 Januari 2026.

Peninggian jalan tol Sedyatmo.
Photo :
  • VIVAnews/Tri Saputro

Penyesuaian tarif ini juga diperlukan sebagai wujud kepastian pengembalian investasi bagi Badan Usaha Jalan Tol sesuai Business Plan, membangun dan menjaga iklim investasi Jalan Tol di Indonesia yang kondusif, serta menjaga dan meningkatkan level of services jalan tol.

Berikut adalah besaran penyesuaian tarif pada Jalan Tol Sedyatmo alias Tol Bandara Soetta per 5 Januari 2026:

- Gol I: Rp 8.500,- yang semula Rp 08.500,-

- Gol II: Rp 11.500,- yang semula Rp 11.000,-

- Gol III: Rp 11.500,- yang semula Rp 11.000,-

- Gol IV: Rp 12.500,- yang semula Rp 12.000,-

- Gol V: Rp 12.500,- yang semula Rp 12.000,-

Diketahui, sebagai akses utama menuju bandara terbesar di Indonesia, Jalan Tol Sedyatmo berfungsi sebagai simpul penting yang menghubungkan beberapa ruas tol utama, yaitu Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Pluit, Jalan Tol Lingkar Barat (JORR W1), serta Cengkareng–Batuceper–Kunciran (JORR II).

Konektivitas ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas logistik, serta pertumbuhan kawasan di sepanjang koridor tol. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Jalan Tol Sedyatmo telah mencatat 79.635.889 kendaraan, yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses cepat dan andal menuju Jakarta maupun Bandara Soekarno–Hatta.

Dalam menjaga kualitas layanan, JMT secara konsisten melakukan peningkatan di berbagai aspek. Pada layanan transaksi, JMT telah melakukan penambahan Oblique Approach Booth (OAB) serta menyediakan 10 unit mobile reader untuk mempercepat proses transaksi.

Baca Juga :
Tarif MRT Jakarta Cuma Rp 1 di Malam Tahun Baru, Catat Jadwal Operasional Khususnya
Terungkap! Penyebab 4 Orang Tewas Sekeluarga dalam Mobil di Tol karena Terpapar Gas Karbon Monoksida
Hadapi Arus Balik Nataru 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Lima Jurus Atasi Macet

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menlu Italia Sebut 47 Tewas dalam Kebakaran Bar yang Terjadi di Swiss
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Jumat 2 Januari 2026 Kompak Stabil, Cek Rinciannya
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Penampakan Huntara untuk Warga Aceh Tamiang: Ada 2 Tempat Tidur hingga Wifi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale (INCO) Hentikan Sementara Operasional Tambang
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kebut Data Hunian Rusak di Aceh, Mendagri Minta Peran Keuchik Dioptimalkan
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.