Masa Lalu John Herdman Dibongkar Media Asing, Calon Pelatih Timnas Indonesia itu Ternyata Pernah Lakukan Kecurangan

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Media Kanada, CBC.ca, membongkar sisi gelap John Herdman yang selama ini jarang disorot publik. 

Temuan tersebut muncul di tengah kabar bahwa pelatih asal Inggris itu tinggal selangkah lagi resmi menukangi Timnas Indonesia.

Herdman disebut hanya menunggu penandatanganan kontrak sebelum diperkenalkan PSSI ke publik.

Ia bahkan dikabarkan bakal tiba di Indonesia pada pekan pertama Januari 2026.

Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • Major League Soccer

 

Namun, di balik reputasi menterengnya bersama Timnas Kanada, tersimpan catatan kelam yang kini kembali mencuat.

Nama Herdman dikenal luas berkat keberhasilannya membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022, serta mengantar Timnas Putri Kanada meraih medali Olimpiade. Citra tersebut membuatnya dipandang sebagai pelatih bermental juara.

Namun, laporan CBC.ca menyebut keberhasilan itu tidak sepenuhnya bersih.

Salah satu noda paling serius adalah dugaan praktik memata-matai lawan, yang ironisnya baru terbongkar setelah Herdman tak lagi menjabat pelatih Timnas Putri Kanada.

Kasus ini mencuat saat Timnas Putri Kanada kedapatan mengintip sesi latihan lawan menggunakan drone pada Olimpiade Paris 2024.

Insiden tersebut berujung sanksi FIFA kepada pelatih saat itu, Bev Priestman.

Investigasi internal Canada Soccer, seperti dikutip CBC.ca, mengungkap bahwa metode serupa ternyata sudah dilakukan sejak 2018, tepat pada periode Herdman masih memimpin Timnas Putri Kanada.

Fakta ini memicu gelombang kritik publik dan menyeret nama Herdman dalam pusaran kontroversi.

Tekanan tersebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya mundur dari kursi pelatih Toronto FC. 

Media Kanada pun tak ragu menunjuknya sebagai sosok sentral dalam skandal tersebut.

“Saat skandal drone menghantam di Paris musim panas lalu, Herdman adalah sosok yang tepat untuk disebut sebagai yang bersalah,” tulis Theglobandmail.com, medio Desember 2024.

"Dia mendapatkan semua kredit (atas prestasi Kanada), kenapa sekarang tidak menanggung semua kesalahan? Tipe orang yang percaya untuk melatih otak, ternyata bisa membuat dirinya melakukan mata-mata drone terhadap latihan sepak pojok tim lawan?" imbuh ulasan itu.

"Dia sekarang dikucilkan, dia tidak akan melatih di negara ini lagi,” tulis media tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tarif Tol ke Bandara Soetta Naik Mulai 5 Januari, Kendaraan Golongan I Tetap
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Kendaraan di Tol Pandaan-Malang Melonjak 17 Persen Selama Libur Nataru
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Ajang Olah Raga Terbesar dan Paling Ditunggu di 2026: Ada Piala Dunia
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Di Lenteng Agung, Penjahit Keliling Terus Merajut Asa meski Penghasilan Tak Menentu
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Bupati Aceh Tamiang minta bantuan Rp1 juta/KK setahun hingga pasokan pangan
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.