Tarif Tol ke Bandara Soetta Naik Mulai 5 Januari, Kendaraan Golongan I Tetap

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT) akan memberlakukan penyesuaian tarif di Jalan Tol Sedyatmo mulai Senin, 5 Januari 2026, pukul 00.00 WIB.

Penyesuaian ini mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 1325/KPTS/M/2025 tertanggal 25 November 2025.

Manajemen JMT menyatakan, penyesuaian tarif ini dilakukan sesuai ketentuan evaluasi tarif tol yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali, dengan mempertimbangkan laju inflasi dan penyesuaian tarif diperlukan untuk memberikan kepastian pengembalian investasi Badan Usaha Jalan Tol sesuai rencana bisnis.

"Sekaligus untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan," jelas manajemen JMT dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (2/12).

Tol Sedyatmo merupakan akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta sekaligus simpul penghubung sejumlah ruas tol utama, seperti Cawang-Tomang-Pluit, Cawang-Tanjung Priok-Pluit, JORR W1, serta JORR II Cengkareng-Batuceper-Kunciran.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, ruas tol ini mencatat lalu lintas mencapai 79,63 juta kendaraan, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang cepat dan andal.

Untuk mendukung kelancaran layanan, JMT terus melakukan peningkatan di berbagai aspek. Seperti pada sektor transaksi, perusahaan menambah Oblique Approach Booth (OAB) serta mengoperasikan 10 unit mobile reader.

Saat ini, terdapat delapan gerbang tol dengan total 63 gardu operasi, terdiri atas 26 Gardu Tol Otomatis (GTO) Single dan 37 GTO Multi. Pengembangan sistem Single Lane Free Flow (SLFF) juga terus dilakukan untuk mendukung efisiensi perjalanan.

Pada sisi operasional dan pemeliharaan, JMT sepanjang 2025 melakukan sejumlah perbaikan, termasuk modifikasi Gerbang Semi Otomatis menjadi GTO, peremajaan hydrant, papan nama gerbang tol, serta renovasi ruang server.

Penambahan sarana pengaturan lalu lintas seperti rubber cone dan water barrier juga dilakukan guna meningkatkan keselamatan.

Di bidang preservasi, pemeliharaan jalan dilakukan pada beberapa titik sepanjang 11,5 kilometer, termasuk rekonstruksi perkerasan seluas 2.584 meter persegi.

Selain itu, JMT melakukan pemeliharaan penerangan jalan umum, rambu lalu lintas, median concrete barrier, guardrail, serta perangkat keselamatan lainnya.

Upaya peningkatan estetika juga dilakukan melalui penataan kawasan Simpang Susun Penjaringan dan penanaman bougenville di median jalan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap genangan dan cuaca ekstrem, JMT meningkatkan kapasitas saluran air di KM 26 hingga KM 29, memperkuat tanggul, memperbaiki drainase, serta memanfaatkan long storage dan sumur resapan. Kesiapsiagaan operasional turut didukung dengan penyediaan pompa mobile untuk kondisi darurat.

Dalam pengelolaan infrastruktur berkelanjutan, JMT menerapkan penggunaan lampu LED pintar, sensor penerangan otomatis, serta pengelolaan air hujan untuk meningkatkan efisiensi energi. Seluruh upaya tersebut ditujukan untuk memastikan Jalan Tol Sedyatmo tetap memberikan layanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat.

Berikut perubahan tarif Tol Sedyatmo:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kondisi Pesantren Darul Mukhlisin Mulai Pulih, Kayu-kayu Sisa Banjir Dibersihkan
• 33 menit lalukatadata.co.id
thumb
Gagal Login? Begini Cara Aktivasi Coretax DJP yang Mudah dan Anti Gagal
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Cara Mabar di Sakura School Simulator 2025: Panduan Props ID & Multiplayer
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Punya Anak Usia Berdekatan, Praktis atau Malah Bikin Kewalahan?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Tepis Usman Hamid, Tim Ahli Penyusun KUHP Jamin Kritik Tak Dikriminalisasi
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.