Sebulan Lebih Pascabanjir, Banyak Warga Aceh Tamiang Alami Penyakit Pencernaan hingga Pernapasan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Puing-puing bangunan dan kendaraan tampak di sebuah wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). (Sumber: AP Photo/Binsar Bakkara)

ACEH TAMIANG, KOMPAS.TV - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang Andika Putra mengungkapkan banyak warga Aceh Tamiang yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025.

Andika mengatakan sejak RSUD Muda Sedia kembali membuka layanan kesehatan pada 9 Desember 2025, kunjungan pasien terus meningkat. 

"Saat ini, kami sudah membuka layanan di rumah sakit sejak tanggal 9 Desember. Semakin hari memang jumlah kunjungan pasien makin meningkat," kata Andika dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (2/1/2026).

"Dan yang terbanyak adalah kasus gangguan pencernaan, kemudian saluran pernapasan, sama dengan penyakit-penyakit kronik yang mengalami pemberatan."

Menurut Andika, meskipun operasional rumah sakit belum pulih 100 persen, RSUD Muda Sedia sudah membuka layanan operasi dan sejumlah layanan lain. 

"Pelayanan kami yang sudah berjalan, selain pelayanan gawat darurat, juga pelayanan rawat inap. Yang awalnya rawat inap ini kami tempatkan di ruang IGD, alhamdulillah sekarang sudah kami pindahkan ke ruang rawat inap semula. Kami sudah membuka dua ruangan," katanya. 

"Kemudian rawat jalan juga sudah kami pindahkan ke ruang semula, yaitu poliklinik rawat jalan. Kemudian yang sudah berjalan itu juga cuci darah." 

Baca Juga: Bupati Aceh Tamiang Sampaikan 3 Permintaan ke Prabowo: 42 Ribu Huntap hingga BLT

Andika menambahkan saat ini sekitar 90 persen ruangan RSUD Muda Sedia sudah dibersihkan pascabencana. 

"Namun, memang kami masih menunggu bantuan alat-alat yang rusak untuk bisa melengkapi sarana-sarana untuk pelayanan di ruangan-ruangan tersebut," ucapnya.

Itu sebabnya, kata dia, sejumlah fasilitas di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang belum bisa beroperasi optimal pascabencana.

"Yang belum berjalan optimal ICU (intensive care unit), radiologi, kemudian unit pengelolaan darah. Itu bagian-bagian penting untuk menunjang seluruh pelayanan, kemudian laundry, dapur gizi, sementara kami alihkan ke dapur sementara," ucapnya. 

"Kemudian, yang penting juga adalah pembersihan saluran-saluran drainase, yang mana itu juga menjadi bagian penting dari penunjang pelayanan." 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • aceh tamiang
  • bencana
  • pascabencana
  • penyakit
  • rsud muda sedia aceh tamiang
  • kondisi warga aceh tamiang
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Guru Besar Hukum Lingkungan Unair Nilai Bencana di Sumatera Sangat Layak Berstatus Nasional
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bansos Januari 2026: Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seorang Pemuda Tembaki Temannya Sendiri 11 Kali di Tengah Jalan Umum
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Johanis Tanak Tegaskan KPK Manut KUHP dan KUHAP Baru
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisah Inspiratif: Dari Mana Datangnya Martabat
• 6 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.