VIVA – Kementerian Luar Negeri Republik Somaliland yang memproklamasikan diri membantah keras klaim bahwa pemerintahnya menyetujui pemukiman kembali warga Palestina serta pendirian pangkalan militer asing sebagai imbalan atas pengakuan Israel.
Bantahan ini disampaikan menyusul pernyataan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, yang dalam wawancara dengan Al Jazeera mengklaim bahwa berdasarkan informasi intelijen Somalia, Israel bersedia mengakui Somaliland dengan tiga syarat.
Syarat tersebut disebut mencakup pemukiman kembali warga Palestina, pendirian pangkalan militer Israel di Teluk Aden, serta kepatuhan terhadap Perjanjian Abraham terkait normalisasi hubungan dengan Israel.
"Kami dengan tegas menolak klaim palsu yang disampaikan Presiden Somalia terkait dugaan pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland, " demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Somaliland yang dirilis pada Kamis.
Kementerian tersebut menegaskan bahwa hubungan Somaliland dengan Israel bersifat murni diplomatik dan dijalankan sesuai dengan hukum internasional, tanpa adanya kesepakatan tersembunyi yang melibatkan isu pemukiman warga Palestina atau kehadiran militer asing.
Sementara itu, lembaga penyiaran publik Israel Kan melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi berencana melakukan kunjungan ke Israel pada Januari. Dalam kunjungan tersebut, Abdilahi disebut-sebut akan mengumumkan bergabungnya Somaliland dalam Perjanjian Abraham.
Laporan yang sama menyebutkan bahwa kedua pihak berencana menandatangani sejumlah perjanjian bilateral tambahan di berbagai sektor, antara lain pertanian, pertambangan dan minyak, keamanan, infrastruktur, serta pariwisata. Kan juga menyebut kunjungan tersebut kemungkinan berlangsung dalam waktu dekat dan bahwa Abdilahi sebelumnya pernah melakukan kunjungan rahasia ke Israel.
Pengakuan Israel terhadap SomalilandPada 26 Desember, Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara yang diakui secara terbatas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi menandatangani deklarasi pengakuan bersama.
Dengan langkah tersebut, Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia pada awal 1990-an.
Somalia sendiri terpecah sejak 1991, setelah jatuhnya rezim diktator Siad Barre, ketika Somaliland dan Puntland menyatakan kemerdekaan. Hingga kini, komunitas internasional masih mengakui Pemerintah Federal Somalia yang berbasis di Mogadishu sebagai pemerintah sah Somalia dan hanya menguasai sebagian wilayah negara tersebut.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5321659/original/003930200_1755677673-20250816AA_Persita_Tangerang_vs_Persebaya_Surabaya-31.jpg)



