Beijing, VIVA – Peta persaingan industri otomotif China sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang menarik, terutama dalam hal pencapaian target penjualan. Menariknya, bukan BYD yang justru mencatatkan performa paling solid dalam memenuhi target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data akhir tahun yang disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Jumat 2 Januari 2026, sejumlah merek otomotif asal Tiongkok justru mampu melampaui target penjualan tahunan mereka. Capaian ini mencerminkan strategi yang lebih realistis serta respons pasar yang relatif positif.
BYD sebagai pemain terbesar di pasar kendaraan listrik China tetap mencatat volume penjualan tertinggi secara absolut. Namun, dengan realisasi 4,6 juta unit, BYD hanya mampu mencapai sekitar 83,68 persen dari target ambisius 5,5 juta unit.
Berbeda dengan BYD, Geely Automobile justru berhasil menutup 2025 dengan performa di atas target. Total penjualan Geely mencapai 3,02 juta unit, sedikit melampaui target tahunan 3 juta unit dengan tingkat penyelesaian 100,82 persen.
Bahkan jika dibandingkan dengan target awal Geely di awal 2025 sebesar 2,71 juta unit, tingkat pencapaiannya menjadi lebih tinggi. Dengan pendekatan tersebut, Geely dinilai mampu menyesuaikan strategi bisnis seiring perubahan pasar.
Kejutan berikutnya datang dari Leapmotor yang tampil sebagai salah satu merek dengan kinerja paling menonjol. Sepanjang 2025, Leapmotor mencatatkan penjualan 596.555 unit, atau 119,31 persen dari target awal 500 ribu unit.
Capaian Leapmotor menunjukkan tingginya penerimaan pasar terhadap produk kendaraan listrik berharga kompetitif. Momentum ini turut memperkuat posisi Leapmotor di tengah persaingan ketat segmen EV domestik.
Xpeng Motors juga masuk dalam daftar merek yang sukses melampaui ekspektasi penjualan. Produsen ini mencatatkan pengiriman 429.445 unit, atau 122,69 persen dari target tahunan sebanyak 350 ribu unit.
Peningkatan konsisten sepanjang tahun menjadi salah satu faktor yang menopang performa Xpeng. Inovasi teknologi dan pembaruan produk dinilai menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Pendatang baru Xiaomi Auto turut mencuri perhatian meski baru menjalani tahun penuh pertamanya. Xiaomi berhasil mengirimkan lebih dari 400 ribu unit kendaraan, melampaui target 350 ribu unit dengan tingkat pencapaian di atas 114 persen.
Sebaliknya, beberapa merek besar justru gagal memenuhi target yang dinilai terlalu agresif. Great Wall Motor misalnya, hanya mencapai 33,09 persen dari target 4 juta unit meski mencatat penjualan lebih dari 1,3 juta unit.




