BUMA Rombak Jajaran Pimpinan, Perkuat Eksekusi di Tengah Tantangan Industri!

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), resmi mengumumkan perubahan kepemimpinan sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat fokus eksekusi dan ketahanan operasional di tengah dinamika industri jasa pertambangan yang kian menantang.

Manajemen BUMA menilai, tekanan industri saat ini masih cukup besar, dipengaruhi oleh kompleksitas operasional serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Di sisi lain, tuntutan untuk menjaga produktivitas tinggi dan keandalan layanan di Indonesia terus meningkat. Situasi ini mendorong perusahaan untuk memperkuat disiplin eksekusi serta pengelolaan kontrak secara lebih solid.

“Sektor jasa pertambangan diperkirakan akan tetap menantang tahun ini, didorong oleh kompleksitas operasional dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Di Indonesia, tekanan untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi serta keandalan dalam pemenuhan layanan tetap intens. Dinamika ini menegaskan pentingnya eksekusi yang kuat pada ketahanan operasional serta pengelolaan kontrak yang disiplin,” ujar manajemen BUMA dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1). 

Baca Juga: BUMA (DOID) Amankan Perpanjangan Kontrak AUD740 Juta di Tambang Blackwater

Meski menghadapi tantangan tersebut, perusahaan terus menjaga hubungan jangka panjang dengan para klien serta memperoleh dukungan kuat dari mitra pendanaan, termasuk perbankan nasional dan pemegang obligasi maupun sukuk. Dalam konteks inilah, manajemen menilai perlu adanya penyelarasan kepemimpinan agar pelaksanaan strategi dapat berjalan lebih konsisten.

Mulai 1 Januari 2026, Ronald Sutardja resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama BUMA, menggantikan Indra Kanoena yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Sebelumnya, Ronald menjabat sebagai Komisaris Utama BUMA dan memiliki rekam jejak panjang di perusahaan tersebut. Ia pernah memimpin BUMA sebagai Direktur Utama pada periode 2014–2021, saat perusahaan mencatat kinerja operasional yang solid serta berhasil memperluas basis klien dan cakupan operasional.

"Penunjukannya mencerminkan fokus Dewan Komisaris dalam memperkuat disiplin eksekusi dan memastikan keselarasan yang lebih erat antara Grup dengan unit-unit bisnis operasionalnya. Selain penunjukan Direktur Utama, Dewan Komisaris juga telah menyetujui sejumlah perubahan kepemimpinan untuk memastikan kesinambungan, mempertahankan wawasan penting terkait operasional, serta memperkuat fokus BUMA dalam menjaga stabilitas operasional," ujar manajemen. 

Baca Juga: Entitas Anak DOID di Australia Menang Sengketa Perjanjian Kontrak Pertambangan

Olehnya itu, efektif 1 Januari 2026, susunan kepemimpinan BUMA menjadi sebagai berikut: 

Dewan Komisaris 

  • Komisaris Utama: Ashish Gupta
  • Komisaris Independen: Hamid Awaluddin 
  • Komisaris Independen: Soemarno Witoro Soelarno 

Dewan Direksi 

  • Direktur Utama: Ronald Sutardja 
  • Wakil Direktur Utama: Nanang Rizal Achyar
  • Direktur: Silfanny Bahar 

"Ke depan, BUMA tetap berfokus pada operasi yang aman dan andal, pemenuhan layanan yang konsisten bagi para kliennya, serta terus memperkuat fondasi perusahaan. Perubahan ini mempertegas komitmen Dewan Komisaris BUMA untuk menavigasi tantangan industri dengan penuh percaya diri, guna memastikan BUMA berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai kinerja jangka panjang yang berkelanjutan," tandas manajemen. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Bandang Kembali Terjadi di Maninjau Kabupaten Agam, Material Banjir Tutup Jalan Provinsi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum Selama Libur Tahun Baru 2026
• 7 jam lalumatamata.com
thumb
Produksi Gula Nasional 2026 Diproyeksikan Capai 2,72 Juta Ton
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Warga Curhat Gudeg di Malioboro Mahal, Pemkot Imbau Wisatawan Jeli
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Dear Army! BTS Bakal Rilis Album Maret 2026
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.