Purbaya Tarik Rp75 Triliun untuk Belanja Kementerian, Pastikan Tak Ganggu Sistem Ekonomi Nasional

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa penarikan dana sebesar Rp75 triliun dari sistem perbankan untuk belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) tidak akan mengganggu kestabilan sistem ekonomi nasional.

Dana yang ditarik tersebut langsung dibelanjakan kembali oleh pemerintah, sehingga tetap bersirkulasi dalam sistem perekonomian.

Belanja Pemerintah Dianggap Dorong Pertumbuhan, Bukan Hambat Likuiditas

Purbaya menegaskan bahwa penarikan ini justru menimbulkan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi, karena pemerintah pusat dan daerah akan mengalokasikannya untuk belanja produktif.

"Itu buat belanja rutin kementerian/lembaga. Saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjakan lagi. Jadi, langsung masuk ke sistem perekonomian, tidak mengganggu uang beredar di sistem perekonomian," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dari total Rp276 triliun yang ditempatkan di perbankan, pemerintah telah menarik Rp75 triliun hingga 31 Desember 2025, sementara Rp201 triliun masih tersimpan.

Purbaya juga menyebut, “Malah harusnya lebih bagus, karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah, pusat maupun daerah.”

Dana Berasal dari SAL, Penempatan Awal Dinilai Kurang Optimal

Dana yang ditarik berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di sejumlah bank nasional, di antaranya:

Bank Mandiri: Rp80 triliun

BRI: Rp80 triliun

BNI: Rp80 triliun

BTN: Rp25 triliun

BSI: Rp10 triliun

Bank DKI: Rp1 triliun

Penempatan dana ini awalnya dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan kredit dan memperkuat likuiditas sektor perbankan.

Namun, Purbaya mengakui bahwa kebijakan tersebut belum berjalan optimal karena pertumbuhan kredit perbankan per Oktober 2025 hanya mencapai 7,36 persen year-on-year.

"Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan," ujarnya.

Sinkronisasi dengan Bank Indonesia Mulai Membaik

Purbaya menyatakan bahwa dalam dua minggu terakhir, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia sudah lebih baik.

Dengan sinergi kebijakan yang semakin kuat, ia optimistis sistem likuiditas akan semakin longgar dan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Setengah Juta Orang Padati Jembatan Galata Istanbul Demonstrasi Dukung Palestina
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Millie Bobby Brown, Pemeran Eleven di Serial Stranger Things
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Aktivis dan Influencer Diteror, LPSK Siap Terima Permohonan Perlindungan
• 44 menit lalukompas.com
thumb
Viral, Pedagang Kukusan Jadi Korban Pengeroyokan Preman Minta Jatah di BKT Duren Sawit, Polisi Tangkap Dua Pelaku
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakar Kebencanaan UGM Sebut Pembangunan Huntap Harus Pertimbangkan Periode Ulang Banjir Bandang
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.