Kemensos Intensifkan Penanganan Bencana, Operasikan 42 Dapur Umum

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan menggandeng berbagai pihak.

Upaya tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari masa tanggap darurat hingga persiapan pemulihan pascabencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, hingga saat ini Kemensos mengoperasikan 42 dapur umum di sejumlah lokasi terdampak bencana. Dapur umum tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemensos dengan dinas sosial daerah serta dapur umum mandiri yang dikelola masyarakat.

“Setiap harinya kita menyajikan lebih dari 400 ribu porsi makanan. Ini akan terus dilakukan sampai waktu yang ditentukan,” ujar Gus Ipul, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.

Dapur Umum Berjalan hingga Masa Transisi Hunian

Gus Ipul menegaskan, layanan dapur umum akan tetap beroperasi hingga masyarakat terdampak memasuki fase transisi ke hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap). Seiring berjalannya waktu, Kemensos juga telah menyiapkan sejumlah intervensi pada fase pascakedaruratan.

“Kami sudah menyiapkan intervensi pascakedaruratan, mulai dari isian rumah, pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, hingga dukungan pembelian lauk-pauk bagi keluarga terdampak,” katanya.

Bantuan Lauk-Pauk hingga Isian Rumah

Dalam tahap pemulihan, Kemensos akan memberikan bantuan lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per hari per orang atau setara Rp450 ribu per orang setiap bulan. Selain itu, bantuan isian rumah juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga korban bencana.

“Ada bantuan Rp3 juta per keluarga untuk isian rumah, yang bisa digunakan membeli alat dapur atau perabot rumah tangga,” jelas Gus Ipul.

Dukungan Pemulihan Ekonomi Keluarga

Tak hanya itu, Kemensos juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa dukungan pemulihan ekonomi bagi keluarga terdampak bencana. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp5 juta per keluarga untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali mandiri secara ekonomi.

“Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, kita melangkah ke pemulihan ekonomi agar keluarga terdampak bisa kembali berdaya,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Realisasi Konsumsi Energi Pertamina Meningkat Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Video: Purbaya: Injeksi Uang ke Bank Tak Optimal, Ekonomi di Bawah 6%
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Masyarakat Diminta Waspadai Superflu yang Mudah Menular
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kualitas Udara Bandung Jadi yang Terburuk di Indonesia Pasca Tahun Baru
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.