Apakah Bansos PKH Cair di 2026? Ini Indikatornya

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Mengawali tahun anggaran 2026, pertanyaan soal keberlanjutan bantuan sosial (bansos) kembali ramai diperbincangkan masyarakat. 
 
Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) ingin memastikan apakah bantuan sosial pemerintah itu kembali digulirkan. Contohnya, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
 
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa sejumlah program bansos tetap dilanjutkan pada 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli dan melindungi keluarga miskin di tengah dinamika ekonomi.

Nah, terdapat indikator yang bisa menjadi penanda kuat apakah bansos PKH dan BPNT kamu masih berpeluang cair di 2026. Mulai dari posisi desil kesejahteraan hingga riwayat pencairan sebelumnya. Mengapa status penerima bansos bisa berubah? Merangkum dari laman Fahum UMSU, Kemensos secara berkala melakukan pemutakhiran data penerima bansos. Langkah ini bertujuan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan.
 
Dalam proses ini, sebagian KPM tetap melanjutkan bantuan, sementara lainnya bisa mengalami graduasi karena dinilai sudah lebih sejahtera atau tergantikan oleh keluarga lain dengan kondisi ekonomi lebih rentan.
  Baca juga: Apa yang Terjadi Jika BLT Kesra Tak Dicairkan hingga 31 Desember 2025? Peran data desil dalam penentuan Bansos 2026 Salah satu faktor utama penentuan penerima bansos adalah data desil kesejahteraan. Pemerintah mengelompokkan kondisi ekonomi masyarakat ke dalam 10 desil, dari yang paling miskin hingga paling sejahtera.
 
Desil 1-4: Prioritas utama penerima bansos
Desil 5: Masih berpeluang menerima bantuan tertentu
Desil 6-10: Umumnya tidak menjadi prioritas, kecuali kondisi khusus
 
Posisi desil ini menjadi dasar penting dalam penetapan penerima PKH dan BPNT tahun 2026. 6 tanda KPM yang masih berpeluang menerima Bansos di 2026 Berikut sejumlah indikator kuat yang menandakan bansos PKH dan BPNT kamu masih berpeluang cair di 2026.
 
1. Masuk Desil 1 hingga Desil 5
KPM yang berada di kelompok ekonomi terbawah hingga menengah bawah masih menjadi sasaran utama bansos pada tahap awal 2026.
 
2. Pencairan akhir 2025 berjalan lancar
Jika bansos PKH atau BPNT cair penuh hingga Tahap 4 (Oktober–Desember 2025), itu menandakan data masih valid dan peluang berlanjut cukup besar.
 
KPM dengan status Standing Instruction (SI) atau yang masih bisa cek saldo rekening umumnya berpotensi masuk pencairan awal 2026.
 
3. Termasuk kategori prioritas
KPM dengan komponen berikut mendapat prioritas khusus:
- Lansia usia 60 tahun ke atas
- Penyandang disabilitas berat
- Selama berada di desil 1-5, kepesertaan biasanya diperpanjang secara otomatis.
 
4. Belum terkena aturan graduasi 5 tahun
Mulai 2026, pemerintah menerapkan graduasi bertahap bagi KPM PKH yang telah menerima bantuan selama lima tahun berturut-turut
 
5. KPM baru tahun 2025
KPM yang baru terdaftar pada Tahap 3 atau Tahap 4 tahun 2025 tergolong penerima baru. Jika data KTP dan KK sudah sinkron dengan Dukcapil, peluang berlanjut di 2026 cukup besar. Kuota dan nominal bansos 2026 Berdasarkan data sementara pemerintah, untuk program PKH penerima manfaat berjumlah sekitar 10 juta KPM
 
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan nominal bantuan. Dengan demikian, besaran bansos 2026 diperkirakan masih sama seperti tahun 2025.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
"Big Engineering Operation" Prabowo di Aceh: Sungai Dikeruk, Lumpur Dijual
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Pantauan Terkini Arus Balik Libur Nataru di Stasiun Pasar Senen, KAI Prediksi 4 Januari Jadi Puncak
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Curahan Hati Gilang Dirga, Lewati Malam Pergantian Tahun Tanpa Kehadiran Almarhum Ayah
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Kementerian PU Percepat Pemulihan Konektivitas di Aceh, Akses Purwong Tingkem Kembali Terhubung
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Beberkan Realisasi APBN 2025: Defisit Melebar, Penerimaan Pajak Shortfall
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.