JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah di dekat Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat dan serbuan lalat yang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan penghuni.
Ketua RT 06/20, Nur Efendi, yang juga warga Rusunawa PIK Penggilingan, mengaku kondisi tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga, terutama saat proses bongkar muat sampah dilakukan.
Efendi mengatakan, bukan hanya aroma tak sedap yang tercium, tetapi juga banyak lalat yang masuk ke dalam unit tempat tinggalnya.
"Saya enggak pernah buka jendela, apalagi kalau habis hujan. Kalau dibuka, lalat pada masuk dan baunya ini banget," tutur Efendi, Jumat (2/1/2026).
"Ya pokoknya (bau dan lalat) pas dia bongkar muat seperti ini. Apalagi kalau habis hujan dia bongkar gitu, kemarin sore nih," ungkapnya.
Baca juga: 3 Korban Tewas Diduga Keracunan di Warakas Satu Keluarga, Terdiri dari Ibu dan 2 Anak
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Jakarta, sampah, bau sampah, rusunawa pik penggilingan, sampah dekat rusunawa PIK Penggilingan&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8xNTUwMzM4MS9hbmNhbS1rZXNlaGF0YW4td2FyZ2Eta2VsdWhrYW4tbGFsYXQtZGFuLWJhdS1zYW1wYWgtZGVrYXQtcnVzdW5hd2EtcGlr&q=Ancam Kesehatan, Warga Keluhkan Lalat dan Bau Sampah Dekat Rusunawa PIK Penggilingan§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Menurut Efendi, meski jendela sudah ditutup, aroma sampah tetap tercium, terutama saat arah angin mengarah ke unit hunian warga.
"Makanya kan kasihan yang ada bayi segala macam itu, ngeluhnya kena ISPA segala macam, sesak napas orang-orang tua yang sudah sepuh, lansia gitu. Fisiknya kena itu kan, sesak napas," jelasnya.
Efendi berharap permasalahan tumpukan sampah tersebut segera ditangani agar bau tidak terus mengganggu warga.
Ia menyebut, keluhan serupa juga ramai disampaikan warga melalui media sosial.
"Sangat mengeluh banget. Pokoknya tiap hari itu bikin status (medsos), ini sudah kayak Bantargebang kecil. Ini sudah ngalahin Bantargebang," katanya.
Baca juga: Mahasiswi Tewas Dijambret di Kemayoran, Polisi Masih Buru Pelaku
Sebelumnya, gunungan sampah di dekat Rusunawa PIK Penggilingan juga dikeluhkan para penghuni rusun dan warga sekitar.
Tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga lantai atas bangunan.
Keluhan warga mencuat setelah adanya aduan yang disampaikan melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki).
Dalam laporannya, pelapor mengaku mencium aroma menyengat dari tumpukan sampah di sekitar rusunawa.
“Butuh segera ditindaklanjuti karena bau sampah sampai ke lantai 12 Rusun, baunya sangat semerbak,” tulis pelapor dalam aduan di aplikasi Jaki yang dibuat pada Kamis (1/1/2026).
Baca juga: Bau Sampah Dekat Rusunawa PIK Penggilingan Tembus Lantai 12, Warga Mengeluh



