jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI Anisah Syakur menuntut pengusutan tuntas kasus kematian Alfarisi bin Rikosen (21), tahanan demonstran yang meninggal dunia di Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya.
"Kasus kematian Alfarisi di dalam rutan ini wajib diusut tuntas oleh negara," kata dia dalam keterangan persnya dikutip Jumat (2/1).
BACA JUGA: Demo Percaloan PPPK Paruh Waktu, Dheninda Klarifikasi Dugaan Gestur Mencibir Demonstran
Legislator fraksi PKB itu berharap proses pengusutan oleh aparat dilakukan secara transparan dan independen.
"Tidak boleh ada upaya menutup-nutupi fakta," lanjut dia.
BACA JUGA: Demonstran Anti-Imigran Mengamuk di Belanda, Serang Wartawan dan Polisi
Alfarisi sebelumnya ditahan di Polrestabes Surabaya sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng.
Dia dijadwalkan menjalani sidang tahap penuntutan pada Senin (5/1). Namun, berat badan korban selama masa penahanan menyusut drastis antara 30 hingga 40 kilogram.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Minta Polda Jabar Bebaskan Demonstran yang Ditahan, Kapolda Merespons
Anisah menilai penurunan berat badan ekstrem tersebut patut dicurigai adanya tekanan psikologis maupun fisik terhadap Alfarisi.
"Negara harus menjelaskan secara perinci prosedur penanganan korban, mulai dari pengawasan, pemenuhan gizi, hingga layanan kesehatan," ujar dia.
Legislator Dapil II Jawa Timur (Jatim) itu menyebut kejadian tewasnya Alfarisi menjadi peringatan keras bagi negara untuk mengevaluasi layanan kesehatan di lapas dan rutan.
"Kematian Alfarisi harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Jangan biarkan nyawa warga negara hilang tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratusan Demonstran yang Ditangkap di Bandung Dibebaskan Hari Ini
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan




