SEBANYAK 36.473 kendaraan tercatat kembali ke Jakarta dari arah timur melalui Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) pada awal tahun 2026. Data tersebut disampaikan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) berdasarkan pemantauan lalu lintas harian per Kamis (1/1).
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC, Desti Anggraeni, menyebut adanya lonjakan arus kendaraan menuju Jakarta bertepatan dengan pergantian tahun.
"Terjadi peningkatan signifikan pada pergerakan kendaraan yang kembali ke arah Jakarta tepat tahun baru kemarin," kata GM Operasi dan Pemeliharaan PT JJC Desti Anggraeni di Bekasi, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan bahwa volume kendaraan yang masuk ke Jakarta meningkat tajam hingga 65,24 persen jika dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang biasanya berada di angka 22.073 kendaraan. Kondisi ini menandakan mulai bergulirnya arus balik masyarakat usai memanfaatkan libur tahun baru.
Di sisi lain, jumlah kendaraan yang bergerak meninggalkan Jakarta melalui ruas yang sama mencapai 30.772 unit. Angka tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 26,46 persen dari lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 24.334 kendaraan.
"Mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar Jakarta pada hari pertama tahun baru 2026 relatif lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan yang kembali ke Jakarta," ujarnya.
Secara keseluruhan, JJC mencatat total kendaraan yang melintas dua arah di Jalan Layang MBZ pada 1 Januari 2026 mencapai 67.245 kendaraan. Jumlah ini meningkat 44,9 persen dibandingkan kondisi normal yang berada di angka 46.407 kendaraan.
"Data tersebut menunjukkan bahwa arus kendaraan yang menuju Jakarta lebih dominan dibandingkan arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada hari pertama tahun baru 2026," ucapnya.
Sementara itu, VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Trans-Jawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, mengingatkan para pengguna Tol Trans-Jawa, termasuk Jalan Layang MBZ, agar selalu mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan.
Pengendara diminta memastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan optimal, memperhatikan kecukupan daya listrik maupun bahan bakar, serta bersiap menghadapi kemungkinan perubahan cuaca, terutama saat hujan.
"Tetap waspada terlebih saat hujan karena dapat mempengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Semoga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan," kata dia. (Ant/E-4)




