Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mendorong pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus menguatkan kinerja pasar modal, termasuk memberikan perlindungan kepada para investor ritel dengan memberantas aksi goreng saham dan manipulasi harga.
Dia menilai hal ini menjadi sangat penting, mengingat adanya peningkatan transaksi investor ritel dari sebelumnya 38 persen pada tahun 2024, menjadi 50 persen di akhir 2025 lalu.
"BEI harus semakin meningkatkan urgensi penguatan aspek perlindungan, termasuk melindungi investor retail dari praktik kemungkinan goreng-mengoreng saham, transaksi tidak wajar, serta kemungkinan bentuk manipulasi lainnya," kata Mahendra di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Guna mendukung langkah BEI tersebut, Mahendra memastikan bahwa OJK juga akan terus menggenjot upaya literasi dan regulasi yang memperkuat kualitas pasar modal.
Menurutnya, penguatan pasar modal ini harus dilakukan, supaya publik tidak melihat investasi saham hanya sebagai aktivitas mencari kekayaan secara jangka pendek. Terlebih, saat ini tercatat ada sebanyak 70 persen investor ritel yang didominasi oleh kalangan Gen Y dan Gen Z.
"Sehingga investor ritel kita, yang lebih dari 70 persen diantaranya adalah Gen Y dan Gen Z, tidak melihat pasar saham sebagai transaksi perdagangan harian yang semata-mata menunjukkan kekayaan dalam jangka pendek," ujar Mahendra.
"Tapi justru menjadikannya salah satu sumber pendanaan untuk jangka menengah dan panjang, dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan mereka," ujarnya.
Mahendra menambahkan, ke depannya sektor pasar modal masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, sehingga upaya-upaya perbaikan ekosistem pasar modal masih harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
"Hal-hal itu menunjukkan bahwa untuk merealisasikan ruang dan potensi pertumbuhan pasar modal yang masih sangat besar, diperlukan perbaikan ekosistem," kata Mahendra.
"Termasuk aspek integritas pasar, yang menjadi landasan utama terciptanya fungsi yang baik dan efisien dari pasar modal itu sendiri," ujarnya.




