TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kondisi Jalan Otto Iskandardinata (Otista) Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), tepatnya di dekat Pasar Cimanggis, rusak parah, pada Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.comdi lokasi, ruas jalan sepanjang sekitar 50 meter tersebut dipenuhi lubang dan tertutup genangan air berwarna cokelat.
Dari genangan itu tercium bau tidak sedap karena bercampur dengan air lindi sampah yang sebelumnya sempat menumpuk di sepanjang jalan.
Baca juga: Di Lenteng Agung, Penjahit Keliling Terus Merajut Asa meski Penghasilan Tak Menentu
Kerikil dan pecahan aspal terlihat berserakan di sejumlah titik. Material aspal tersebut hancur saat dilintasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus.
Rusaknya jalan membuat kendaraan yang melintas terpaksa melaju dengan kecepatan rendah sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Selain untuk menghindari lubang, pengendara juga berupaya agar genangan air tidak menyiprati kendaraan lain.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=jalan rusak, jalan rusak di pasar cimanggis, jalan rusak di pasar cimanggis ciputat&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8xNzE0MjI2MS9qYWxhbi1kaS1wYXNhci1jaW1hbmdnaXMtY2lwdXRhdC1ydXNhay1iYW55YWstbHViYW5nLWRhbi1nZW5hbmdhbi1haXI=&q=Jalan di Pasar Cimanggis Ciputat Rusak, Banyak Lubang dan Genangan Air §ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Salah satu pedagang di Pasar Cimanggis, Doni Putra (31), mengatakan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan telah sering diperbaiki, tetapi hasilnya tidak bertahan lama.
"Udah lama sih dan sering dibetulin tapi rusak lagi. Terakhir dibetulin itu ada sekitar tiga bulan lalu," ujar Doni saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (2/1/2026).
Menurut dia, perbaikan jalan selama ini hanya dilakukan pada bagian yang berlubang dan tidak menyeluruh.
Doni menduga, kerusakan jalan disebabkan oleh genangan air akibat saluran drainase yang tidak lancar atau tersumbat.
Baca juga: Mobil Dinas Pelat RI 25 Diduga Serobot Antrean di Pintu Tol Cilandak
Selain itu, beban kendaraan berat yang sering melintas, di antaranya truk besar pada malam hari, turut merusak jalan.
"Kena air kayanya. Itukan aspalnya masih keliatan baru, masih warna hitam gitu tapi malah hancur lagi. Ini karena air got kayaknya," kata dia.
Sebagai pedagang yang sudah berjualan sejak 2007, Doni berharap perbaikan jalan dilakukan secara permanen, bukan sekadar tambal sulam.
Bahkan, ia ingin jalanan tersebut dibeton agar mempermudah dirinya saat mengantar dagangannya ke pelanggan.
"Pengennya dibetulin tapi ya dicor karena kayanya kalau diaspal lagi pasti rusak lagi soalnya sudah sering banget diaspal. Karena tipis jadi gampang rusak lagi," jelas dia.
Keluhan serupa disampaikan Sodiq (23), pengendara motor yang kerap melintasi jalan tersebut.
Baca juga: Sampah Meluap di Penggilingan, RW Sebut Banyak Pembuang dari Luar Wilayah





