Jakarta (ANTARA) - PLN menurunkan sebanyak lebih dari 140 relawan untuk membersihkan material lumpur sekaligus memastikan keamanan instalasi listrik di 15 masjid terdampak bencana di sejumlah titik di Aceh.
Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah: Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
"Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam; relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Al-Qur'an, peralatan shalat, paket sound system, hingga kubah masjid.
Melalui berbagai upaya tersebut, suara azan kini kembali menggema di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari Serambi Mekah tersebut.
Baca juga: Prabowo apresiasi petugas bekerja lebih dari 20 hari tangani bencana
Sulaiman, salah seorang jamaah di Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, Rantau, Aceh Tamiang mengaku bersyukur atas upaya tersebut.
"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan shalat Jumat," ungkap Sulaiman.
Apresiasi senada datang dari Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah. Ia berterima kasih atas bantuan alat ibadah dan pemulihan fasilitas yang membuat masjid mereka kembali hidup.
Baca juga: Satu komando untuk meningkatkan resiliensi pascabencana
Baca juga: Dirut PLN: Semua gardu induk di Aceh sudah bertegangan
Baca juga: Srikandi PLN IP berikan pendampingan moril bagi korban banjir di Sumatera
Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah: Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
"Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam; relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Al-Qur'an, peralatan shalat, paket sound system, hingga kubah masjid.
Melalui berbagai upaya tersebut, suara azan kini kembali menggema di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari Serambi Mekah tersebut.
Baca juga: Prabowo apresiasi petugas bekerja lebih dari 20 hari tangani bencana
Sulaiman, salah seorang jamaah di Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, Rantau, Aceh Tamiang mengaku bersyukur atas upaya tersebut.
"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan shalat Jumat," ungkap Sulaiman.
Apresiasi senada datang dari Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah. Ia berterima kasih atas bantuan alat ibadah dan pemulihan fasilitas yang membuat masjid mereka kembali hidup.
Baca juga: Satu komando untuk meningkatkan resiliensi pascabencana
Baca juga: Dirut PLN: Semua gardu induk di Aceh sudah bertegangan
Baca juga: Srikandi PLN IP berikan pendampingan moril bagi korban banjir di Sumatera




