Pantau - Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menyerahkan seorang anak laki-laki berinisial N (6 tahun) ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat, setelah ditinggal oleh ayahnya di Pasar Kebayoran Lama pada Kamis malam, 1 Januari 2026.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, menyatakan bahwa langkah ini diambil agar anak mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak.
"Kita bawa ke Panti Kedoya," ungkapnya.
Ditinggal Ayah, Anak Dapat Pendampingan PsikologisAnak tersebut diketahui masih duduk di bangku kelas 1 SD dan ditinggalkan oleh ayahnya yang bernama Oki, dengan alasan hendak membeli rokok.
Namun setelah ditunggu lebih dari lima jam, sang ayah tidak kembali.
Kasatpol PP Kebayoran Lama, Dian Citra, menjelaskan bahwa anak ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB dan mengaku berasal dari Ciranjang, Cianjur, serta datang ke Jakarta bersama ayahnya menggunakan mobil.
"Ayahnya bilang mau rokok sebentar. Sampai ditungguin, tapi tidak balik-balik. Karena lebih dari lima jam, dan anak butuh makan, mandi dan istirahat, jadi kami bawa," ujar Dian.
Setelah diamankan, anak diserahkan kepada Dinsos dan kemudian dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Di panti sosial, anak akan mendapatkan pendampingan psikologis (trauma healing), pemenuhan kebutuhan dasar, dan akan ditunggu hingga pihak keluarga datang menjemput.
Imbauan kepada Keluarga dan Koordinasi Lintas InstansiBernard Tambunan berharap agar keluarga anak segera datang menjemput mengingat informasi mengenai anak tersebut telah menyebar luas di media sosial.
"Karena informasi sudah beredar luas terkait anak tersebut di sosial media, saya berharap orang tua anak tersebut segera menjemputnya," ucap Bernard.
Dian Citra memastikan kondisi anak saat ini dalam keadaan sehat dan sudah mendapatkan makanan.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek dan Dinsos Jakarta Selatan untuk menangani kasus ini.
"Kita koordinasikan ke Polsek dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Alhamdulillah sudah ditangani saat ini," tuturnya.




