Kenapa Jendela Pesawat Wajib Dibuka saat Landing-Take Off, Ini Kata Pramugari

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saat naik pesawat, traveler tentu tahu bahwa tirai jendela harus dibuka sebelum pesawat lepas landas ataupun take off. Menurut awak kabin, kebijakan tersebut bukan soal estetika, bukan pula sekadar tradisi. Ini adalah salah satu prosedur keselamatan paling dasar dalam penerbangan.

Dilansir Mirror, sebelum pesawat meninggalkan gate, awak kabin menjalankan serangkaian protokol keselamatan ketat, mulai dari kursi yang harus ditegakkan, sandaran tangan diturunkan, barang disimpan, dan tirai jendela dibuka. Semua ini dilakukan karena lepas landas dan pendaratan merupakan fase penerbangan paling berisiko secara statistik.

Setiap detik sangat berarti jika terjadi keadaan darurat. Tirai jendela bukan sekadar aksesori kabin, melainkan bagian dari sistem yang membantu kru bereaksi cepat ketika situasi tidak berjalan normal.

Kunci Visibilitas Saat Darurat

Pertanyaan soal aturan ini ramai dibahas di mana salah seorang pengguna Reddit bertanya, "Mengapa jendela harus dibuka saat mendarat? Saya selalu penasaran." Jawabannya sederhana, yaitu visibilitas.

Jika terjadi kebakaran, asap, pecahan puing, gangguan mesin, atau kondisi berbahaya lain di luar pesawat, penumpang dan awak kabin perlu segera mengetahui sisi pesawat mana yang aman untuk evakuasi. Jika tirai tertutup, tidak ada yang bisa melihat apa yang terjadi di luar.

Dengan tirai terbuka, penumpang di dekat jendela dapat segera melihat bahaya dan memberi tahu kru, sehingga kru bisa menentukan pintu keluar yang aman dengan cepat dan akurat. Dalam kondisi darurat, penglihatan yang jelas menyelamatkan waktu dan nyawa.

Adaptasi Cahaya dan Keselamatan Evakuasi

Seorang pramugari menjelaskan secara lugas bahwa alasan tirai harus dibuka juga untuk memudahkan proses evakuasi.

“Jika terjadi sesuatu, penumpang bisa melihatnya dan segera memberi tahu kru. Selain itu, jika pesawat harus dievakuasi dari kabin gelap, cahaya dari luar bisa menyilaukan dan membuat orang panik," ujar pramugari tersebut.

Itulah sebabnya pada siang hari, tirai dibuka agar mata penumpang beradaptasi dengan cahaya terang di luar. Sementara pada penerbangan malam, lampu kabin diredupkan, namun tirai tetap dibuka agar mata terbiasa dengan kondisi gelap.

Keseimbangan pencahayaan ini membantu penumpang bergerak lebih cepat dan terarah saat evakuasi. Selain itu, tim penyelamat di luar pesawat juga dapat langsung melihat kondisi di dalam kabin tanpa hambatan.

Jadi, saat pramugari memintamu membuka tirai jendela, ingatlah bahwa itu bukan untuk mengganggu kenyamanan, melainkan untuk memastikan kesiapan menghadapi skenario terburuk.

Tirai terbuka mengubah setiap penumpang menjadi sepasang mata tambahan bagi kru, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan peluang keselamatan semua orang di dalam pesawat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ilmuwan Temukan Lokasi Pesawat MH370 yang Hilang Satu Dekade
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Selamat Tahun Baru, Simak Sektor-Sektor Potensi Cuan di 2026
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa Guncang Kabupaten Bandung, M 2,4
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, 20 Orang Ditangkap
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Terungkap di Sidang Cerai Atalia dan Ridwan Kamil: Hak Asuh Anak Disepakati Bersama
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.