DLH Jakarta Ungkap Penyebab Gunungan Sampah di TPST Bantargebang Longsor

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkapkan, penyebab longsornya gunungan sampah di Zona 4 (Gunung Kembar) TPST Bantargebang, Kota Bekasi, longsor pada Rabu (31/12/2025), dipicu oleh tingginya volume sampah dan intensitas curah hujan.

“Pergeseran sampah terjadi secara tiba-tiba saat sejumlah armada sedang mengantre untuk pembuangan sampah di titik buang Zona 4,” ujar Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).

Yogi menyampaikan, peristiwa terjadi pada pukul 13.40 WIB di akses jalan operasional dekat Hanggar Pangkalan 2, yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Gunung Sampah Bantargebang Longsor, Truk Masuk ke Kali dan Tertimbun

Akibat kejadian tersebut, tiga unit armada pengangkut sampah, yakni satu truk besar dan dua truk compactor terdorong ke saluran Kali Ciketing.

“Pada saat kejadian, satu orang sopir berada di dalam kendaraan dan dua orang sopir berada di luar kendaraan,” kata Yogi.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, gunungan sampah bantar gebang, gunungan sampah bantargebang longsor&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8xODQ5Mjc0MS9kbGgtamFrYXJ0YS11bmdrYXAtcGVueWViYWItZ3VudW5nYW4tc2FtcGFoLWRpLXRwc3QtYmFudGFyZ2ViYW5nLWxvbmdzb3I=&q=DLH Jakarta Ungkap Penyebab Gunungan Sampah di TPST Bantargebang Longsor§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Ia menambahkan, para sopir lain bersama petugas di lapangan segera mengevakuasi ketiga sopir ke lokasi aman.

DLH DKI Jakarta memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

“Tidak terdapat korban luka berat dan tidak ada rujukan medis,” ujarnya.

Yogi mengatakan, tim keamanan dan petugas TPST Bantargebang langsung melakukan penanganan dengan memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi, serta mengevakuasi armada yang terdampak.

Baca juga: Evakuasi 3 Truk Sampah di Bantargebang Sempat Terkendala Tali Baja Putus

“Penanganan pergeseran sampah dilakukan menggunakan 11 unit alat berat,” kata Yogi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Proses evakuasi dan penanganan rampung dalam waktu sekitar lima jam. Setelah itu, akses jalan operasional kembali dapat dilintasi.

"Akibat longsor tersebut, akses jalan operasional sempat tertutup material sampah sepanjang kurang lebih 20 hingga 25 meter," ujar Yogi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klasemen dan Jadwal Liga Inggris 2025-26 Pekan 20: City vs Chelsea, Bournemouth vs Arsenal
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Bandung Zoo Dibuka Gratis, Pengunjung Membludak
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Komisi III DPR: KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Foto Bareng Sitok Srengenge, Sal Priadi Beri Penjelasan
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Meski Berpisah, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Tetap Kompak Urus Anak
• 19 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.