Sistem deselerasi ini bisa dimanfaatkan di kondisi jalan menurun untuk menghemat penggunaan energi dan mengisi kembali ke baterai. Juga berfungsi untuk menghemat penggunaan BBM di mobil hybrid.
Namun untuk mobil hybrid, terkadang sistem ini malah tidak berfungsi. Apakah ini adalah kondisi error atau malfungsi dari sistemnya? Tentu tidak. Penyebabnya adalah karena kondisi baterai yang akan diisi energi balik dari sistem tersebut sudah penuh atau sudah berada di ambang atas energi yang bisa ditampung oleh baterai.
Dari pengalaman yang Medcom.id rasakan ketika menggunakan mobil hybrid, termasuk Chery Tiggo Cross CSH di momentum liburan akhir tahun, di beberapa kondisi sistem ini tidak akan bekerja. Meski telah diaktifkan dan memenuhi syarat seperti jalan menurun. Baca Juga:
Mengenal Fitur Launch di Xpeng G6, Torsinya Gokil!
Lantaran sistem pengereman regeneratif ini hanya akan bekerja ketika kondisi baterai memang masih bisa diisi dengan energi atau berada di bawah ambang batas yang ditentukan oleh pabrikan kendaraan.
Namun ketika kondisi baterai sudah penuh atau berada di ambang batas maka secara manual Sobat Medcom harus menggunakan sistem pengereman manual dengan menginjak pedal rem. Lantaran bersamaan dengan tidak bekerjanya sistem pengereman regeneratif, tak ada tahanan seperti efek deselerasi selain pengereman.
Lalu mengapa baterai mobil hybrid juga cepat penuh hanya dengan memanfaatkan sistem pengereman? Tidak lain karena kapasitas baterai yang cukup kecil. Yaitu hanya sebesar 1,8 kWh. Meski demikian, kapasitas baterai di Tiggo Cross CSH ini sanggup memberikan efisiensi konsumsi BBM yang cukup tinggi.
Jadi, jangan kaget jika sistem regeneratif tidak bekerja ketika berada di kondisi jalan menurun ya Sobat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)



