CEO Samsung Electronics Jun Young Hyun mengatakan umpan balik dari pelanggan menunjukkan kepercayaan yang menguat terhadap kapabilitas teknologi perusahaan.
IDXChannel - Samsung Electronics mengeklaim mendapat respons positif dari para pelanggan terkait chip memori bandwidth tinggi generasi terbaru, HBM4, di tengah meningkatnya permintaan global untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
CEO Samsung Electronics Jun Young Hyun mengatakan umpan balik dari pelanggan menunjukkan kepercayaan yang kembali menguat terhadap kapabilitas teknologi perusahaan, khususnya pada segmen chip memori berperforma tinggi yang digunakan untuk kebutuhan komputasi AI.
"Khususnya untuk HBM4, pelanggan bahkan menyatakan bahwa 'Samsung telah kembali'," kata Jun dalam pernyataannya, dilansir Reuters, Jumat (2/1/2026).
Namun, dia menambahkan bahwa perusahaan masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk lebih meningkatkan daya saing.
Menurutnya, persaingan semakin intensif dengan cepat, di mana lonjakan permintaan AI tidak lagi mengejutkan. Namun, dia menilai lingkungan bisnis pada 2026 bakal lebih sulit daripada tahun lalu, sehingga diperlukan investasi dan upaya yang lebih berani untuk mempersiapkan masa depan.
SK Hynix menjadi pemain utama di pasar HBM pada kuartal ketiga 2025 dengan pangsa pasar 53 persen, diikuti Samsung sebanyak 35 persen, dan Micron 11 persen, menurut data dari Counterpoint Research.
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik 7,2 persen dan 4 persen pada hari perdagangan pertama tahun ini, mencapai rekor tertinggi dan melampaui kenaikan indeks acuan KOSPI sebesar 2,3 persen.
Beralih ke bisnis foundry, yang memproduksi chip yang dirancang oleh pelanggan, Jun mengatakan kesepakatan pasokan baru-baru ini dengan pelanggan global utama membuat bisnis foundry siap untuk membuat lompatan besar ke depan.
Pada Juli, Samsung Electronics menandatangani kesepakatan senilai USD16,5 miliar atau sekitar Rp275,8 triliun dengan Tesla.
Sementara itu, co-CEO Samsung Electronics, TM Roh, yang juga memimpin divisi pengalaman perangkat perusahaan yang mengawasi bisnis ponsel, TV, dan peralatan rumah tangga, mengatakan 2026 kemungkinan akan membawa ketidakpastian dan risiko yang lebih besar, dengan menyebutkan kenaikan harga komponen dan hambatan tarif global.
"Untuk memposisikan diri kita agar tetap unggul dalam situasi apa pun, kita akan memperkuat daya saing inti kita melalui diversifikasi rantai pasokan yang proaktif dan optimalisasi operasi global untuk mengatasi masalah seperti pengadaan dan penetapan harga komponen, dan risiko tarif global," kata Roh.
Samsung menilai keberhasilan pengembangan HBM4 akan menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisinya di pasar semikonduktor global, terutama di tengah pesatnya adopsi teknologi AI oleh perusahaan teknologi besar. (Nasywa Salsabila)
(NIA DEVIYANA)



