Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan perkembangan penanganan sektor kesehatan pascabencana di Sumatera dan Aceh. Ia menyebut, dari ratusan puskesmas yang terdampak, kini hanya tersisa 4 puskesmas yang belum kembali beroperasi.
Hal itu disampaikan Budi saat ditemui dengan Ketua PMI Jusuf Kalla di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1).
“Nah dari sektor kesehatan sendiri, alhamdulillah teman-teman, kita ada 87 rumah sakit yang terdampak, 3 provinsi. 9 itu sama sekali nggak bisa beroperasi,” kata Budi.
Ia menjelaskan, dalam kurun waktu dua minggu, seluruh rumah sakit yang sebelumnya tidak beroperasi kini sudah kembali melayani masyarakat berkat dukungan berbagai pihak.
“Itu dalam waktu 2 minggu, bantuan semua pihak bisa beroperasi semua. puskesmas ada 867 yang kena, itu 180-an tidak bisa beroperasi sama sekali,” ujarnya.
Budi melanjutkan, jumlah puskesmas yang belum pulih kini tinggal empat unit.
“Alhamdulillah bantuan semua teman-teman, sekarang sudah tinggal 4 yang belum beroperasi,” kata dia.
Empat puskesmas tersebut berada di wilayah terpencil Aceh dan terkendala akses serta lumpur tebal.
“Kita sekarang ada 4 puskesmas yang belum bisa recover ya. Satu Rusip Antara, itu di Aceh Tenggara. Kemudian kita ada di Lokop, itu bener-bener hancur di Aceh Timur. Ada di Jamnur Laklak, itu di Aceh, sorry tadi rusip antara di Aceh tengah, Jambur Lak Lak itu di Aceh Tenggara. Dan ada yang di Bireuen 1,” jelasnya.
Menurut Budi, lumpur setinggi satu meter masih menutup ruangan puskesmas sehingga proses pemulihan membutuhkan alat berat berukuran kecil.
“Ini 4 ini belum karena memang ininya masih tinggi. Lumpurnya masih tinggi. Jadi saya lihat Pak (Jusuf Kalla) JK itu punya alat keduk yang ekskavator tapi kecil,” ucapnya.
Ia berharap, dengan bantuan ekskavator kecil tersebut, keempat puskesmas dapat segera kembali beroperasi.
“Mudah-mudahan seminggu lagi bisa selesai lah yang 4 itu,” tutupnya





