Prabowo Setuju Pembentukan Satgas Kuala untuk Normalisasi Sungai di Lokasi Bencana Sumatera

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Satgas itu merupakan usulan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Prabowo Setuju Pembentukan Satgas Kuala untuk Normalisasi Sungai di Lokasi Bencana Sumatera

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala. Satgas itu merupakan usulan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Satgas tersebut akan difokuskan pada pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat timbunan lumpur di wilayah terdampak bencana, sekaligus mengolah air berlumpur menjadi air bersih.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Tinjau 600 Rumah Danantara di Aceh, Target 15.000 Unit Rampung dalam Tiga Bulan

Persetujuan itu disampaikan Prabowo saat rapat terbatas di lokasi hunian sementara yang dibangun Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Dalam rapat tersebut, Sjafrie memaparkan strategi pengerukan sungai-sungai yang bermuara ke laut guna mengangkat endapan lumpur di dasar sungai dan mempermudah mobilisasi alat berat melalui jalur air.

Baca Juga:
Prabowo Sebut Swasta Tertarik Manfaatkan Lumpur Banjir Aceh

"Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut," kata Sjafrie, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:
Prabowo Tak Hadiri Pembukaan Perdagangan Awal Tahun, Purbaya: Lagi di Aceh

Dia menjelaskan, pengerukan sungai akan dilakukan bersamaan dengan upaya mendekatkan alat berat ke wilayah daratan terdampak bencana agar proses pembersihan dapat berjalan lebih efektif.

"Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, satu adalah pendalaman, satu yang membawa alat berat, sehingga dia bisa masuk sampai ke (dekat daratan), sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan," kata Sjafrie kepada Prabowo saat rapat terbatas.

Baca Juga:
Banyak Dapat Kritik Terkait Penanganan Bencana Sumatera, Prabowo: Kita Anggap Itu Peringatan

Sjafrie juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita terkait rencana operasi pengerukan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya akan dilaksanakan di Aceh Tamiang, tetapi juga di daerah lain yang memiliki permasalahan serupa.

"Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu. Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, umpamanya. Jadi, dari laut kita sudah lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat digendong pakai jalur darat, tetapi dia langsung ke titik terdekat," kata Sjafrie.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Presiden Prabowo. Ia menyatakan bahwa normalisasi kuala atau muara sungai memang menjadi kebutuhan mendesak di banyak daerah dan telah disampaikan pula oleh sejumlah kepala daerah sebelumnya.

"Kita bongkar itu ya. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari (BUMN) karya, dari PU (Pekerjaan Umum), dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini kan engineering work skala besar ya," kata Prabowo.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut memberikan masukan dengan menyarankan pemanfaatan alat-alat pengerukan yang biasa digunakan penambang di Bangka Belitung karena dinilai efektif dan berdaya sedot tinggi.

"Itu daya sedotnya luar biasa, mereka cepat sekali, Pak," kata Tito mengusulkan kepada Prabowo.

Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan perlunya operasi berskala besar dengan melibatkan perusahaan-perusahaan berpengalaman di bidang rekayasa teknik.

"Sudahlah! Kita bikin operasi besar saja. This is a big... big engineering operation. Saya sangat setuju. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini," kata Prabowo merespons usulan Sjafrie dan Tito.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gerindra Singgung Monopoli Lahan di Kota Probolinggo
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Sudah Inkrah Bertahun-tahun tapi Belum Dieksekusi, Kejagung Ngaku akan Kerahkan Tim Tabur Cari Silfester
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Bulog Pastikan Tahun Ini Ada Bansos Beras Lagi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Batang Kuranji Meluap, Wilayah Nanggalo dan Kuranji Terendam Banjir
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.