Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda peleton untuk mendukung pembelajaran di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang akan berjalan pada 5 Januari 2026 mendatang.
“Tenda peleton ini sudah standar, artinya tenda pengungsi yang isinya 30 sampai 50 orang untuk pengungsi. Saat ini, kita akan buka penutupnya sampai batas atap untuk dijadikan ruang belajar sementara. Ini juga sudah kita lakukan di Sumatera Barat sejak minggu kedua Desember 2025 pada saat ujian akhir semester,” kata Abdul Muhari Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1/2025).
Muhari menjelaskan, tenda peleton telah disiapkan di beberapa titik, utamanya di Provinsi Aceh yang terdampak bencana dengan dampak yang paling besar.
“Di Aceh ada beberapa titik, misal Pidie Jaya itu ada lima tenda yang kita siapkan, Bener Meriah ada lima tenda peleton, kemudian Gayo Luwes ada beberapa peleton, dan Bireuen beberapa peleton. Ini sifatnya memang sebagai dukungan cadangan kalau nanti titik-titik sekolah yang saat ini masih dalam proses pembersihan tidak bisa diselesaikan sebelum nanti awal proses belajar-mengajar dimulai Senin depan,” ujar dia.
Sebelumnya, Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengatakan 85 persen sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera sudah mulai beroperasi.
Mu’ti memaparkan total sekolah yang terdampak sebanyak 4.149, dan hingga saat ini, 3.508 di antaranya sudah kembali beroperasi. Namun, 54 sekolah terpaksa harus melaksanakan pembelajaran menggunakan tenda karena kondisi bangunan yang rusak berat.
“Sekolah yang sudah bisa beroperasi untuk di Aceh ada 2.226 atau 81 persen, kemudian di Sumatera Barat 380 atau 86 persen, dan di Sumatera Utara 902 atau 95 persen. Total keseluruhan sekolah yang sudah bisa beroperasi 85 persen. Masih ada 54 yang memang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius, bahkan sebagian sekolah memang sudah rusak total,” katanya.
Mendikdasmen melanjutkan, tenda darurat untuk sekolah yang didirikan di Aceh sebanyak 14, 21 di Sumatera Barat, dan 19 di Sumatera Utara. Kemudian, sekolah yang masih dalam proses pembersihan ada 516 di Aceh, 42 di Sumatera Barat, dan 29 di Sumatera Utara. Total yang masih dalam proses pembersihan ada 587.(ant/wld/iss)




