Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan masuk ke jajaran 10 besar bursa dunia dalam lima tahun ke depan, dari segi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi perdagangan.
Target strategis ini menjadi arah utama pengembangan pasar modal nasional yang tertuang dalam Masterplan BEI 2026–2030, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran bursa terhadap perekonomian Indonesia.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa ambisi menembus papan atas bursa global tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan disertai indikator kuantitatif yang terukur dan menjadi panduan kerja seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” ujar Iman, Jumat (2/1/2025).
Baca Juga: BEI Bidik 50 Emiten Baru dan 2 Juta Investor Anyar di 2026
Upaya mendorong posisi BEI di tingkat global salah satunya ditempuh melalui peningkatan aktivitas perdagangan. Untuk 2026, BEI menetapkan target Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp15 triliun, yang disusun dengan mempertimbangkan dinamika makroekonomi domestik dan global.
“BEI mengasumsikan nilai RNTH pada tahun 2026 pada angka Rp15 triliun,” kata Iman.
Selain transaksi, ekspansi kapitalisasi pasar juga disokong oleh penambahan jumlah perusahaan tercatat. Pada 2026, BEI membidik 555 pencatatan efek, termasuk 50 perusahaan baru yang melantai melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Strategi ini diarahkan untuk memperluas basis emiten sekaligus memperdalam struktur pasar modal Indonesia.
Dari sisi permintaan, BEI menyiapkan pertumbuhan investor ritel sebagai penopang likuiditas jangka panjang. Target yang dipasang adalah penambahan 2 juta Single Investor Identification (SID) baru pada 2026.
Baca Juga: Market Cap Tembus Rp16.000 Triliun, BEI Klaim Pasar Saham RI Lampaui Singapura Hingga Thailand
Langkah ini sejalan dengan agenda inklusi pasar modal agar pertumbuhan bursa tidak hanya bertumpu pada investor institusi.
Iman menegaskan, pencapaian target global tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pelaku, mulai dari emiten, anggota bursa, hingga regulator dan pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi ini dinilai krusial agar peta jalan yang telah disusun tidak berhenti pada target, melainkan terwujud dalam peningkatan daya saing pasar modal Indonesia.
“Kami percaya agar terwujud visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026–2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” jelas Iman.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456271/original/085715500_1766828492-Persik_vs_Persis.jpg)