GenPI.co - Sebanyak 6.657 kejadian gempa bumi terjadi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang 2025.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan dari total 6.657 gempa bumi, 51 kejadian dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Seismisitas itu disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bagian selatan pulau, Flores Back Arc Thrust segmen Sumbawa di bagian utara pulau, serta sesar aktif di darat dan laut," kata dia, Jumat (2/1).
Sumawan menjelaskan sebanyak 5.764 gempa memiliki kekuatan kurang dari 3 magnitudo.
Sedangkan pusat gempa di NTB kedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 5.414 kejadian.
Dia membeberkan gempa di NTB terjadi paling sering pada Januari 2025 sebanyak 792 kejadian.
Kejadian ini disusul pada Maret dan April 2025 sebanyak 724 dan 712 kejadian.
“Nusa Tenggara Barat berada di atas zona subduksi aktif dan dipengaruhi dua sistem tektonik sekaligus, yakni subduksi Indo-Australia dan sesar naik di belakang busur atau familiar disebut Back Arc,” papar dia.
Dia membeberkan subduksi lempeng Indo-Australia di bagian selatan NTB adalah pemicu utama kejadian gempa bumi, gunung api, dan struktur patahan aktif.
Di sisi lain, Flores Back Arc Thrust merupakan patahan naik yang membentang di bagian utara NTB.
“Sesar Naik Flores merupakan sumber utama gempa yang bersifat merusak di bagian utara Nusa Tenggara Barat. Sesar inilah pemicu kejadian gempa bumi merusak yang mengguncang Pulau Lombok pada tahun 2018 silam,” jelas dia.(ant)
Video viral hari ini:




