Prof Nila Moeloek Sarankan Strategi Jemput Bola Optimalkan Cek Kesehatan Gratis

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan telah dimanfaatkan oleh 70 juta warga sejak resmi diluncurkan pada 10 Februari 2025. Meski menggembirakan, namun hal ini menunjukkan masih adanya tantangan karena lebih dari 210 juta warga belum memanfaatkan program tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Untuk mendorong partisipasi CKG, Ketua Dewan Penasihat Indonesia Health Development Center (IHDC), Prof Nila Moeloek, menyarankan agar pemerintah menerapkan strategi "jemput bola". Menurutnya, hal ini bisa menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat yang masih enggan dan takut melakukan deteksi dini atau pemeriksaan kesehatan rutin.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • 60 Juta Warga Sudah Ikut Cek Kesehatan Gratis, CKG Kini Diperluas ke Perkantoran
  • Labubu dan K-Pop Demon Hunters Dominasi Tren Konsumen Asia pada 2025
  • Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

"Kalau hanya mengandalkan momentum ulang tahun atau kegiatan sekolah, belum tentu masyarakat mau ikut cek kesehatan. Jadi mungkin perlu jemput bola itu. Harapannya bisa semakin optimal deteksi dininya," kata Prof Nila dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jumat (2/1/2026).

Executive Director IHDC Dr Ray Wagiu Basrowi menekankan perlunya strategi berbasis komunitas. Saat ini, CKG lebih banyak digelar di puskesmas atau bertepatan dengan momen tertentu. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif di sejumlah negara maju.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

"Coba diturunkan strateginya hingga ke posyandu, posbindu, dan komunitas masyarakat lainnya seperti arisan atau pengajian. Tingkat partisipasi pasti akan naik jika masyarakat dijangkau di lingkungannya sendiri," kata Dr Ray.

la juga menekankan pentingnya narasi dan tindak lanjut setelah pemeriksaan. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan arahan konkret, baik untuk yang sehat maupun yang terdiagnosis penyakit tertentu. Sebagai contoh, masyarakat yang sehat tetap perlu menjaga gaya hidup sehat melalui olahraga teratur, sementara yang terdeteksi anemia atau hipertensi memerlukan protokol terapi lanjutan.

"Follow-up adalah kunci. Bagi yang sehat, harus ada protokol untuk mempertahankan kesehatannya. Bagi yang sakit, harus ada jalur rujukan dan terapi yang jelas. Hal ini perlu dirancang secara sistematis agar program CKG benar-benar berdampak," kata Dr Ray.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Dominasi Mayoritas Wilayah Indonesia pada 2 Januari 2026, Warga Diminta Waspada
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Andhara Early Umumkan Perpisahan dengan Suami Setelah 14 Tahun Hidup Bersama
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tarif Tol Bandara Soetta Bakal Naik Mulai 5 Januari 2026, Catat Besarannya
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Pemkot Sebut Warga Serang Sudah Setuju soal Kiriman Sampah dari Tangsel
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.