ADEN, KOMPAS.TV — Pesawat tempur Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap pasukan separatis di Yaman selatan yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (2/1/2026).
Serangan itu terjadi di tengah upaya Saudi untuk mengambil alih kamp-kamp Southern Transitional Council (STC) di Provinsi Hadramout, wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Saudi.
Langkah militer tersebut menandai eskalasi ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi—dua sekutu utama dalam koalisi yang berperang di Yaman—setelah STC bulan lalu bergerak ke Hadramout dan Mahra, merebut wilayah kaya minyak.
Baca Juga: Arab Saudi Catat Rekor Eksekusi Hukuman Mati Terbanyak pada 2025, Mencapai 356 Napi
Pergerakan STC mendorong keluar pasukan National Shield Forces yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman dan didukung Saudi, meski keduanya sama-sama berada dalam payung koalisi melawan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Menurut laporan Associated Press, Wakil Ketua STC sekaligus mantan Gubernur Hadramout, Ahmed bin Breik, menyatakan pasukan National Shield yang didukung Saudi bergerak maju menuju kamp-kamp STC.
Menurutnya, separatis menolak mundur, yang “tampaknya memicu serangan udara Saudi.” Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Juru bicara pasukan STC, Mohamed al-Nakib, mengatakan serangan udara Saudi menimbulkan korban jiwa, tanpa merinci jumlahnya, dan tidak dapat memastikan klaim itu.
Dalam sebuah video di platform X, al-Nakib juga menuduh Saudi menggunakan milisi Ikhwanul Muslimin dan al-Qaeda dalam “serangan skala besar” yang diklaim berhasil dipukul mundur oleh separatis—tuduhan yang tidak disertai bukti.
Al-Nakib bahkan menyamakan perkembangan terbaru ini dengan Perang Saudara Yaman 1994, “kali ini di bawah payung operasi udara Saudi,” sebuah pernyataan yang mencerminkan meningkatnya retorika konfrontatif dari pihak STC.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional membantah narasi tersebut. Gubernur Hadramout yang baru ditunjuk, Salem al-Khanbashi, menyebut klaim STC “tidak masuk akal” dan menunjukkan niat eskalasi, bukan penyerahan damai.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- konflik Yaman
- serangan Saudi Yaman
- separatis pro UEA
- Southern Transitional Council
- ketegangan Saudi UEA
- perang Yaman terbaru




