Para Pejabat Iran Respons Trump Ingin Bela Demonstran

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan campur tangan di Iran jika pemerintahnya membunuh para demonstran. Ini memicu peringatan dari pejabat senior Iran bahwa campur tangan AS akan melanggar batas.

Dalam unggahan media sosial pada Jumat (2/1), Trump mengatakan bahwa jika Iran menembak dan membunuh para demonstran, AS akan datang untuk menyelamatkan mereka. Ia menambahkan, "Kami siap siaga dan siap bertindak," tanpa menjelaskan artinya dalam praktik.

Protes di Iran kini memasuki hari keenam dan merupakan yang terbesar sejak 2022, ketika kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun dalam tahanan polisi memicu demonstrasi di seluruh negeri. 

Baca juga : Para Pejabat Iran Respons Ancaman Trump Ingin Selamatkan Demonstran

Kerusuhan saat ini dipicu oleh penurunan nilai mata uang nasional yang belum pernah terjadi mulai Minggu. Rial Iran jatuh menjadi sekitar 1,4 juta terhadap dolar AS yang semakin memperburuk perekonomian yang sudah terpuruk.

Tujuh tewas

Tujuh orang tewas, termasuk seorang sukarelawan untuk pasukan keamanan Basij, dan video menunjukkan pasukan keamanan membawa senapan dengan suara tembakan di latar belakang.

Menanggapi ancaman intervensi Trump, penasihat pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khameini, Ali Shamkhani, memperingatkan bahwa keamanan nasional Iran merupakan batas, bukan bahan untuk cuitan petualangan.

Baca juga : Trump: AS akan Turun jika Iran Bunuh Demonstran

"Setiap campur tangan yang mendekati keamanan Iran dengan dalih tertentu akan diputus dengan respons yang menimbulkan penyesalan," kata Shamkhani dalam unggahan di X.

Ancaman tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Trump mengatakan bahwa AS dapat menyerang Iran jika terbukti membangun kembali program nuklirnya. Ini semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

AS-Israel dituduh terlibat

Pejabat senior lain Iran, sekretaris dewan keamanan nasional tertinggi Iran, Ali Larijani, menuduh AS dan Israel terlibat dalam demonstrasi di Iran. Ini pernyataan umum yang dilontarkan para pejabat sebagai tanggapan terhadap protes.

"Trump harus menyadari bahwa intervensi AS dalam masalah domestik ini akan menyebabkan destabilisasi seluruh kawasan dan kehancuran kepentingan Amerika," tulis Larijani di X. "Rakyat Amerika harus tahu bahwa Trump-lah yang memulai petualangan ini dan mereka harus memperhatikan keselamatan tentara mereka."

Iran telah mengancam akan menargetkan tentara Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah di masa lalu. Pada Juni. Iran menyerang pangkalan udara Al-Udeid di Qatar setelah AS menyerang situs pengayaan nuklir Iran.

Protes saat ini terjadi di Teheran tetapi juga menyebar ke kota-kota lain, seperti Isfahan di Iran tengah. Para pemilik toko menutup toko mereka sebagai bentuk protes dan mahasiswa mengambil alih kampus untuk menyampaikan keluhan mereka. 

Meskipun kondisi ekonomi adalah keluhan utama, para demonstran juga meneriakkan slogan-slogan antipemerintah dan mengecam korupsi dan salah urus oleh pemerintah.

Presiden Iran ingin berdialog

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, awalnya mengundang para pemimpin protes untuk berdialog, mengambil pendekatan yang kurang konfrontatif dibandingkan dengan yang dilakukan pihak berwenang pada protes tahun 2022. Pezeshkian mengatakan bahwa ia menginstruksikan pemerintah untuk mendengarkan tuntutan sah para demonstran.

Namun, kematian para demonstran baru-baru ini dapat menandakan bahwa pihak berwenang mengambil sikap yang lebih keras terhadap protes yang terus berlanjut. Pernyataan dari Korps Garda Revolusi Iran pada Senin memperingatkan bahwa mereka akan mengambil sikap keras terhadap campur tangan asing atau pemberontakan di negara tersebut.

Saat pihak berwenang Iran bergulat dengan protes di dalam negeri, merekamencoba untuk menangkis tuduhan dari AS bahwa mereka sedang membangun kembali program nuklirnya. Iran mengatakan bahwa mereka tidak lagi memperkaya uranium di mana pun di negara itu dan memberi sinyal bahwa mereka terbuka untuk negosiasi dengan Barat. (The Guardian/I-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kronologi Tabrak Lari Mobil Mazda: 2 Pelajar Tewas hingga Disambar Kereta
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Liburan di Labuan Bajo: 10 Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Api Kebakaran Pipa Gas di Inhil Riau Sudah Mengecil, Polisi Buka Lalin
• 15 jam laludetik.com
thumb
Awal Tahun 2026, Prabowo Beri PR Khusus ke Empat Orang Kepercayaannya
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.