REPUBLIKA.CO.ID, LUBUK BASUNG, – Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengerahkan tiga unit alat berat jenis ekskavator untuk membantu normalisasi sungai dan pembersihan material banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan ini diserahkan oleh Dir Lantas Polda Riau Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat dan Dansat Brimobda Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa kepada Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi, Jumat (2/1) dini hari.
Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan bahwa tiga unit ekskavator PC200 tersebut dibawa dari Pekanbaru, Riau. Bantuan ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap bencana alam yang melanda Kecamatan Palembayan dan bertujuan untuk mempercepat normalisasi Sungai Batang Nanggang serta pembersihan material banjir bandang di Salareh Aia.
Menurut Taufiq, pengiriman ekskavator ini merupakan tahap kelima dari rangkaian bantuan Polda Riau kepada Sumatera Barat pascabencana banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11). Sebelumnya, Polda Riau telah menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok dan mengerahkan personil dalam pencarian korban serta bantuan lainnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi menyatakan bahwa pembersihan material banjir bandang seperti tanah dan pohon masih berlangsung di beberapa titik. Material yang menumpuk menyebabkan pendangkalan pada badan sungai.
Setelah menyerahkan alat berat, Dir Lantas Polda Riau dan Dansat Brimobda Polda Riau juga melakukan pengecekan Pos Bencana Polres Agam di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia dan lokasi banjir bandang di Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.



