BYD Geser Tesla Usai Penjualan Mobil Listrik Elon Musk Anjlok pada 2025

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — BYD resmi menggeser Tesla dengan gelar penjual mobil listrik terbesar di dunia, usai perusahaan mobil listrik milik Elon Musk tersebut mencatatkan penurunan penjualan pada akhir 2025.

Melansir dari Bloomberg, Sabtu (3/1/2026), setidaknya Tesla telah memimpin penjualan mobil listrik terbesar di dunia dalam satu dekade terakhir. Produsen mobil AS tersebut melaporkan penurunan pengiriman sebesar 16% pada kuartal keempat, 

Sementara untuk sepanjang tahun, penjualan Tesla turun hampir 9%, menandai penurunan tahunan kedua berturut-turut.

BYD, di sisi lain, meningkatkan penjualan kendaraan listrik baterai baik pada kuartal maupun sepanjang tahun, dengan pengiriman hampir 2,26 juta EV pada 2025 dibandingkan dengan 1,64 juta milik Tesla.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Meski demikian, para investornya tak terlalu menyoroti penurunan penjualan Tesla dalam hierarki global kendaraan listrik, di saat Elon Musk memprioritaskan kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan robot humanoid. 

Adapun, menjalankan bisnis inti Tesla yang telah beralih ke AI tersebut akan sangat krusial pada 2026, mengingat prospek permintaan kendaraan listrik di AS—yang menjadi pasar terbesar Tesla. 

Baca Juga : Penjualan BYD Tembus 4,6 Juta Unit pada 2025, Persaingan Pasar EV China Makin Ketat

Terlebih, Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menghentikan insentif federal untuk pembelian kendaraan listrik dan melemahkan regulasi efisiensi bahan bakar dan emisi yang sebelumnya menghasilkan miliaran dolar pendapatan bagi perusahaan. 

Dengan demikian, Analis Alexander Potter memandang AI dan robotika bakal menjadi andalan Tesla pada 2026, bukan lagi mobil listrik.  

Saham Tesla turun 2,8% pada pukul 13.35 waktu New York pada Jumat (2/1/2026). Saham tersebut naik 11% tahun lalu, namun keuntungan berkurang setelah mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Desember.

BYD menjauh dari Tesla tahun lalu setelah hampir menyamai pemimpin dunia pada 2024. Meskipun produsen China tersebut mengirimkan lebih banyak mobil listrik sepenuhnya pada kuartal keempat tahun tersebut, Tesla tetap mempertahankan keunggulan tipis secara tahunan. 

Selain menjual jauh lebih banyak mobil listrik di China—beberapa mobilnya jauh lebih murah daripada mobil termurah Tesla, Model 3—BYD juga mengalami pertumbuhan pesat di Eropa.  

Selama 11 bulan pertama tahun lalu, BYD mendaftarkan lebih banyak mobil daripada Tesla di Jerman dan Inggris, dua pasar mobil listrik terbesar di kawasan tersebut. Penjualan Tesla di Eropa turun 28% selama periode tersebut, dan perusahaan mencatatkan penurunan tajam pada Desember di Prancis, Spanyol, dan Swedia. 

Prospek Mobil Listrik 2026

Wall Street semakin skeptis terhadap prospek penjualan Tesla pada 2026. Dua tahun lalu, analis memprediksi Tesla akan mengirimkan lebih dari 3 juta kendaraan. Perkiraan rata-rata kini anjlok menjadi sekitar 1,8 juta. Bisnis baterai penyimpanan energi Tesla, di sisi lain, belum pernah sekuat ini.

Perusahaan tersebut memasang 14,2 gigawatt jam produk penyimpanan energi pada kuartal lalu, naik dari 11 gigawatt jam pada tahun sebelumnya. Total pemasangan sepanjang tahun melonjak hampir 50% menjadi 46,7 gigawatt jam.

Analis RBC Capital Markets Tom Narayan yang memberikan rating ‘hold’ untuk saham Tesla, dalam sebuah catatan menyampaikan bahwa pertumbuhan berkelanjutan dalam penyimpanan energi mencerminkan angin segar struktural dari permintaan listrik yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). 

Dengan kata lain, mendorong kebutuhan penyimpanan tambahan untuk mendukung pembangunan pusat data dan stabilisasi jaringan listrik. 

Tesla menutup tahun lalu dengan membangun antisipasi untuk Cybercab, mobil kompak dua tempat duduk dengan pintu kupu-kupu. Meskipun prototipe tidak dilengkapi dengan setir atau pedal, Ketua Dewan Direksi Tesla, Robyn Denholm, mengatakan kepada Bloomberg News pada Oktober bahwa perusahaan akan menjual mobil tersebut dengan komponen tersebut jika diwajibkan oleh regulator.

Meskipun Tesla mulai melakukan uji coba tanpa pengemudi dengan Model Y di Austin pada akhir bulan lalu, konsumen sejauh ini hanya dapat memanggil layanan ride-hailing dari sejumlah kecil mobil di ibu kota Texas dan wilayah San Francisco Bay dengan pengawas keamanan di kursi depan.

Adapun, Elon Musk tetap optimistis tentang tahun depan, tercermin dari unggahannya di media sosial X. 

“Kerja bagus dari tim @Tesla pada 2025. 2026 akan luar biasa!” tulis Musk. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Mudah Skrining Kesehatan BPJS Online, Bisa Lewat HP Tanpa ke Faskes
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Polri kerahkan alat berat percepat pemulihan usai bencana di Sumatera
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
MotoGP 2026 Bisa Jadi Momen Marquez Hancurkan Rekor Rossi
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Apakah Cuaca Dingin Musim Hujan Bikin Kurang Bersemangat?
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menko Yusril: Pemberlakuan KUHP dan KUHAP Baru Akhiri Era Hukum Kolonial
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.