Dirut Bulog dorong pembayaran gabah nontunai agar aman dan efisien

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mendorong transformasi pembayaran gabah secara nontunai demi memperkuat keamanan transaksi petani, meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mendorong modernisasi tata kelola pengadaan pangan nasional.

"Untuk tahun 2026, kami sedang kembangkan Bulog itu pembayarannya tidak menggunakan uang tunai, tapi kami gunakan uang digital," kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat

Dia menyampaikan kebijakan itu mengalihkan pembayaran tunai ke uang digital agar petani memiliki rekening bank, sehingga transaksi lebih aman, risiko kejahatan berkurang, dan aktivitas serapan gabah berlangsung nyaman di lapangan.

Menurutnya dengan pembayaran digital, petani tidak lagi membawa uang besar saat panen, dapat menabung langsung, serta memperoleh akses ke layanan keuangan formal yang mendukung keberlanjutan usaha tani mereka secara aman berkelanjutan.

Sistem nontunai juga mempercepat pencatatan transaksi karena data tersinkron hingga pusat secara real time, memungkinkan pemantauan nominal serapan harian bahkan per detik oleh manajemen BUMN pangan itu.

"Nanti teman-teman petani harapannya sudah punya nomor rekening. Tujuannya apa? Satu, biar aman. Enggak ada rampok dan lain sebagainya. Kalau bawa uang banyak ratusan juta kan bahaya juga ini kan," kata Rizal.

Baca juga: Bulog target serap empat juta ton beras petani pada 2026

Ia menegaskan digitalisasi pembayaran menjadi instrumen pencegahan korupsi dengan menutup celah penyimpangan di lapangan, memastikan akuntabilitas petugas, serta membangun kepercayaan publik terhadap proses pengadaan gabah Bulog secara konsisten, adil, aman, dan berintegritas.

"Begitu klik itu langsung terdata sampai pusat. Berapa jumlah nominal yang akan diserap hari ini. Bahkan per detik itu pun bisa terlihat," jelasnya.

"Ini juga untuk meminimalisir korupsi. Ya korupsi bisa aja anak-anak Bulog yang di lapangan juga ada yang nakal," tambah Rizal.

Adapun kerja sama dengan perbankan negara disiapkan agar BRI, BNI, dan Mandiri aktif jemput bola ke desa, mempercepat pembukaan rekening petani sebagai nasabah baru.

Menjelang musim panen, Bulog akan mengumpulkan perbankan nasional untuk menyelaraskan kesiapan layanan, memastikan pembayaran digital berjalan mulus, serta meningkatkan inklusi keuangan petani desa sentra produksi pangan nasional berkelanjutan stabil merata.

"Kita akan kumpulkan perbankan nasional. Jadi harapannya mereka juga sudah mulai menjadi, memberikan apa petani-petani ini menjadi nasabah baru sehingga nanti lebih mudah, lebih aman dan lebih terkontrol gitu," bebernya.

Melalui langkah itu, Bulog menargetkan transaksi lebih aman, terkontrol, dan transparan, sekaligus memperkuat ekosistem pangan modern yang melindungi petani serta menjaga stabilitas pangan nasional.

Baca juga: Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

Baca juga: Dirut Bulog siap gandeng Karang Taruna kawal penyerapan gabah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KUHP dan KUHAP Berlaku Mulai Hari Ini, LBH Jakarta Ungkap Sederet Pasal yang Dianggap Bermasalah
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Balik Libur Nataru, KAI Catat 46 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Pescara Siap Bajak Federico Barba dari Persib Bandung? Ini Gaji yang Harus Dibayar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
KA Joglosemarkerto jadi kereta api terfavorit selama Nataru
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Jurnalis Internasional Soroti Kasus Nadiem, Pertanyakan Jaksa Tak Seret Google
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.