SERANGKAIAN bencana longsor salju (avalans) melanda kawasan pegunungan Italia, Jumat (2/1) waktu setempat, menelan tiga korban jiwa. Layanan penyelamatan gunung melaporkan para korban terdiri dari seorang warga negara Prancis, seorang perempuan Jerman, dan seorang pendaki asal Italia.
Tragedi pertama terjadi sekitar tengah hari di wilayah Piedmont, dekat perbatasan Prancis. Dua orang pemain ski terjebak longsoran salju pada ketinggian 2.300 meter. Meski sempat dievakuasi pemain ski lainnya yang berada di lokasi, nyawa salah satu korban, seorang perempuan berkebangsaan Jerman, tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia saat helikopter penyelamat tiba di lokasi kejadian.
Beberapa kilometer ke arah utara, tepatnya di Bobbio Pellice dekat Turin, seorang pemain ski asal Prancis juga menjadi korban keganasan alam. Alarm darurat sempat terpicu melalui perangkat GPS miliknya. Rekan korban, yang juga warga negara Prancis, berhasil mencapai perlindungan gunung dan melaporkan insiden tersebut. Namun, tim penyelamat menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat mencapai titik lokasi.
Faktor Cuaca Menjadi PemicuPihak berwenang menyatakan kondisi cuaca dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama tingginya risiko longsoran salju. Kombinasi antara hujan salju lebat saat masa Natal yang diikuti suhu yang lebih hangat serta angin kencang disinyalir memicu ketidakstabilan lapisan salju.
"Curah salju yang tinggi sekitar Natal, diikuti oleh suhu yang lebih ringan dan angin kencang, kemungkinan besar berkontribusi dalam memicu longsoran salju," ungkap seorang juru bicara tim penyelamat.
Korban di Kawasan DolomitesSelain di wilayah barat laut, insiden fatal juga terjadi di timur laut Italia. Seorang pendaki gunung asal Italia berusia 50 tahun tewas pada Jumat pagi di kawasan Dolomites. Korban tersapu longsoran salju saat sedang melakukan pendakian bersama seorang temannya.
Otoritas setempat terus mengimbau para wisatawan dan pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat kondisi lapisan salju yang masih tidak stabil di beberapa titik pendakian populer. (AFP/Z-2)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4198809/original/023479600_1666323844-ilustrasi_curanmor.jpeg)
