Data Ketenagakerjaan hingga Laporan Keuangan Bank Besar Uji Wall Street Pekan Depan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Data ketenagakerjaan yang akan dirilis pada 9 Januari menjadi salah satu faktor yang menentukan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Data Ketenagakerjaan hingga Laporan Keuangan Bank Besar Uji Wall Street Pekan Depan. Foto: AP.

IDXChannel - Minggu perdagangan penuh pertama di 2026 pada pekan depan berpotensi kembai meningkatkan dinamika di pasar saham Amerika Serikat (AS) setelah periode libur musim dingin.

Data ketenagakerjaan bulanan menjadi sorotan utama di tengah padatnya agenda ekonomi yang mengawali 2026.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Menguat pada Perdagangan Terakhir 2025

Data ketenagakerjaan yang akan dirilis pada 9 Januari menjadi salah satu faktor yang menentukan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed). Sebelumnya, kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja mendorong The Fed menurunkan suku bunga pada tiga pertemuan terakhirnya di 2025, saat bank sentral AS menyeimbangkan target lapangan kerja penuh dan inflasi yang terkendali. 

Suku bunga yang lebih rendah telah berhasil menopang saham di 2025. Namun, sejauh mana pemangkasan lanjutan pada 2026 masih belum jelas.

Baca Juga:
Kebijakan The Fed hingga AI Jadi Penentu Kinerja Wall Street di 2026

Pejabat The Fed terbelah pandangannya mengenai arah kebijakan moneter pada pertemuan terakhir di Desember. Inflasi masih berada di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen. 

Dengan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75 persen, kontrak berjangka Fed funds menunjukkan peluang yang kecil untuk pemangkasan pada pertemuan berikutnya di akhir Januari, tetapi hampir 50 persen peluang pemangkasan seperempat poin pada Maret.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah di Tengah Kekhawatiran The Fed Soal Penurunan Suku Bunga

"Fakta bahwa pasar tenaga kerja mulai melunak benar-benar memberi The Fed alasan kuat untuk mengubah pandangannya soal penurunan suku bunga," kata Kepala investasi di North Star Investment Management, Chicago, Eric Kuby, dilansir Reuters, Jumat (2/1/2025).

Namun di saat yang sama, investor juga waspada laporan yang terlalu lemah bisa menandakan kekhawatiran ekonomi yang lebih serius daripada yang saat ini diperkirakan pasar.

Jumlah lapangan kerja pada Desember diperkirakan bertambah 55.000, menurut jajak pendapat Reuters. Jumlah tenaga kerja (payrolls) naik 64.000 pada November, namun tingkat pengangguran mencapai 4,6 persen, tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

"Jika pertumbuhan lapangan kerja mulai melemah, berarti hal itu akan menjadi sinyal bahwa resesi jauh lebih dekat daripada yang diperkirakan banyak orang,” kata Maley.

Inflasi dan laba kuartal IV

Data lain pekan depan mencakup aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Laporan yang sangat diperhatikan terkait tren inflasi, yakni indeks harga konsumen (CPI) AS bulanan, dijadwalkan rilis pada 13 Januari.

Investor juga bersiap menghadapi musim laporan keuangan kuartal keempat, dengan hasil JPMorgan yang akan dirilis pada 13 Januari, diikuti laporan bank-bank besar lainnya pada pekan yang sama.

Dengan saham diperdagangkan pada valuasi yang secara historis tergolong tinggi, investor bertaruh pada pertumbuhan laba yang kuat. Secara keseluruhan, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan naik 13 persen pada 2025, dan kembali meningkat 15,5 persen pada 2026, menurut data LSEG IBES.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Marion Jola Sentil Insanul Fahmi di Tengah Polemik Inara Rusli dan Wardatina Mawa
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Islah Bahrawi Kritik Keras Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD yang Didukung Partai Pro-Prabowo
• 24 menit laludisway.id
thumb
Resolusi 2026 Tak Boleh Asal, Ini Panduan Menyusunnya agar Efektif
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tahun Baru 2026, KAI Daop 5 Purwokerto Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Harga Emas Menguat di Awal 2026, Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.