JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku sejarah Indonesia terbaru yang disusun oleh ratusan sejarawan akan dapat diakses secara gratis oleh publik dalam bentuk digital.
Buku tersebut direncanakan tersedia dalam format PDF melalui situs resmi Kementerian Kebudayaan.
Fadli menjelaskan, proses penyusunan buku sejarah itu saat ini telah rampung. Naskah kini memasuki tahap pemeriksaan akhir sebelum dipublikasikan secara luas.
“Sekarang sudah jadi, tentu dalam satu pemeriksaan akhir oleh editor umum,” ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Kemendikbudristek, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Sekeluarga di Jakut Tewas dengan Mulut Berbusa, Kriminolog Duga Keracunan Sianida
Menurut Fadli, pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan kualitas isi buku, khususnya dari sisi teknis penulisan.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Fadli Zon, sejarah Indonesia terbaru, buku sejarah Indonesia terbaru, sejarah nasional indonesia terbaru&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMy8xNTU0MTM4MS9mYWRsaS16b24tYnVrdS1zZWphcmFoLWluZG9uZXNpYS10ZXJiYXJ1LXNlZ2VyYS1iaXNhLWRpdW5kdWgtZ3JhdGlzLWRhbGFt&q=Fadli Zon: Buku Sejarah Indonesia Terbaru Segera Bisa Diunduh Gratis dalam Format PDF§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Tahapan ini dinilai penting mengingat buku tersebut disusun oleh banyak penulis dengan latar belakang keilmuan yang beragam.
Ia menyebutkan, setelah proses penyuntingan selesai, buku sejarah Indonesia terbaru itu akan langsung diunggah ke laman resmi Kementerian Kebudayaan agar dapat diunduh masyarakat tanpa dipungut biaya.
“Kita harapkan setelah itu buku ini bisa diakses oleh publik dengan PDF sehingga gratis gitu ya karena memang tujuannya untuk itu,” kata Fadli.
Baca juga: Mobil Dinas Pelat RI 25 Diduga Serobot Antrean di Pintu Tol Cilandak
Fadli menegaskan, penyediaan buku sejarah dalam format digital merupakan bagian dari upaya membuka akses pengetahuan sejarah seluas-luasnya kepada masyarakat.
Dengan format digital, buku tersebut diharapkan dapat dijangkau oleh publik dari berbagai daerah.
Saat ini, proses penyuntingan masih difokuskan pada penyisiran akhir naskah untuk meminimalkan kesalahan teknis, seperti salah ketik atau kekeliruan redaksional, sebelum buku dipublikasikan secara resmi.
Menurut Fadli, waktu peluncuran buku sejarah Indonesia terbaru tersebut masih bergantung pada hasil pemeriksaan akhir oleh tim editor.
Baca juga: BisKita Bogor Berhenti Beroperasi, Warga Kembali Andalkan Angkot
“Jadi ini kan editor umum mereka kan sudah menyerahkan, sekarang untuk pemeriksaan akhirlah, menyisir terakhir karena tentu ada typo, salah-salah ketik atau apa gitu jadi kita sempurnakanlah sebaik mungkin,” tambahnya.
Ia memastikan, pemerintah tidak ingin terburu-buru merilis buku tersebut sebelum seluruh proses penyuntingan tuntas agar kualitas dan akurasi isi tetap terjaga.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




