FAJAR, JAKARTA — Pertanyaan soal kapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 dibuka terus beredar di tengah masyarakat. Seiring itu, berbagai informasi tidak resmi juga ramai beredar di media sosial. Pemerintah pun angkat bicara.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait pembukaan seleksi CPNS 2026.
Ia meminta masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang belum bersumber dari pemerintah.
“Per awal Desember 2025, kami masih menunggu arahan Presiden terkait CPNS 2026. Sampai sekarang belum ada keputusan,” tegas Rini.
Selain menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PAN-RB juga masih melakukan perhitungan kebutuhan pegawai pemerintah secara nasional.
Kebutuhan Pegawai Masih Dipetakan
Rini menjelaskan, Kementerian PAN-RB telah meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) melakukan pemetaan kebutuhan pegawai berdasarkan strategi masing-masing untuk lima tahun ke depan.
Pemetaan ini bertujuan mengetahui secara rinci jabatan mana yang kekurangan pegawai dan jabatan mana yang justru berlebih.
“Saya sudah meminta kementerian dan lembaga melakukan analisis kebutuhan sesuai strategi lima tahun ke depan. Dari situ bisa terlihat apakah ada jabatan yang perlu ditambah, dikurangi, atau dipertahankan,” jelasnya.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar utama pemerintah dalam menentukan apakah rekrutmen CPNS 2026 dibuka atau tidak, serta formasi apa saja yang dibutuhkan.
Kemenkeu dan BRIN Beri Sinyal Formasi
Meski jadwal CPNS 2026 belum ditetapkan secara nasional, dua kementerian/lembaga telah memberi sinyal kesiapan membuka formasi, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Kemenkeu berencana memfokuskan rekrutmen pada lulusan PKN STAN dan lulusan SMA.
Rinciannya, Kemenkeu menyiapkan 279 formasi untuk lulusan STAN dan 300 formasi untuk lulusan SMA.
Lulusan STAN nantinya akan ditempatkan sesuai jurusan masing-masing, sementara lulusan SMA akan difokuskan sebagai tenaga lapangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
“Bea Cukai membutuhkan tenaga teknis lapangan. Karena kekurangan personel, kami akan merekrut 300 lulusan SMA di seluruh Indonesia, sesuai wilayah penempatannya,” ujar Purbaya, dikutip dari Kantor Berita Antara.
BRIN Butuh Banyak Peneliti
Sinyal serupa juga datang dari BRIN. Kepala BRIN Arif Satria menyebut, Indonesia masih kekurangan jumlah peneliti dibanding negara maju.
Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, jauh di bawah negara maju yang bisa mencapai 4.000 peneliti per satu juta penduduk.
Karena itu, BRIN membuka peluang rekrutmen periset melalui jalur CPNS, terutama di bidang prioritas seperti pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomik, antariksa, sains material, hingga teknologi keberlanjutan.
Tak hanya sains dan teknologi, Arif juga menekankan pentingnya periset bidang sosial agar riset bisa lebih tepat guna dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Talent spotting untuk peneliti tangguh harus kita perkuat. Ekosistem riset harus dijaga agar orang nyaman dan tertarik menjadi peneliti,” tegas Arif.
Pemerintah Imbau Masyarakat Waspada
Meski ada sinyal dari sejumlah K/L, pemerintah menegaskan belum ada pengumuman resmi CPNS 2026. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada jadwal atau formasi yang beredar di luar kanal resmi pemerintah.
Informasi resmi terkait CPNS hanya akan diumumkan melalui Kementerian PAN-RB, BKN, dan instansi pemerintah terkait.
Dengan demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap hoaks dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.





