Menkes: Respons Cepat dan Gotong Royong Kunci Penanganan Bencana Sumatera

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kecepatan penanganan dan kolaborasi lintas sektor dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan pers dalam kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), Jumat, 2 Januari 2026.

Budi menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penyaluran bantuan dilakukan secara cepat dan melibatkan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi situasi krisis.

“Presiden menekankan bahwa bantuan harus segera diberikan dan dilaksanakan bersama-sama. Ini adalah persoalan kita bersama, dan Indonesia kuat karena modal sosialnya,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera memberikan dampak besar terhadap sektor kesehatan. Sebanyak 87 rumah sakit terdampak, dengan sembilan di antaranya sempat tidak beroperasi. Namun, berkat dukungan berbagai pihak, seluruh rumah sakit tersebut kini telah kembali memberikan layanan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bantu Becak Listrik bagi Penarik Becak Lansia

“Dalam waktu dua minggu, dengan bantuan lintas sektor, semua rumah sakit yang terdampak sudah bisa beroperasi kembali,”jelasnya.

Selain rumah sakit, bencana juga berdampak pada 867 puskesmas. Sekitar 180 puskesmas sempat berhenti beroperasi, dan hingga kini masih terdapat empat puskesmas di Aceh yang belum pulih sepenuhnya akibat kerusakan berat serta endapan lumpur yang masih tinggi.

Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang masih menampung sekitar 300 ribu warga di lebih dari 1.000 titik, termasuk 76 desa terpencil dengan akses yang sangat terbatas.

“Ada wilayah yang hanya bisa dijangkau menggunakan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh hingga enam jam. Ini menjadi perhatian serius kami,”ucapnya.

Untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan sekitar 3.200 relawan kesehatan yang bekerja secara bergiliran, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes. Relawan tersebut didukung oleh sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.

“Rotasi relawan kami lakukan setiap dua minggu agar pelayanan kesehatan di pengungsian dan daerah terpencil tetap berjalan optimal,”ungkapnya.

Baca Juga: Percepatan Rekonstruksi Aceh Tamiang, Menko AHY Apresiasi Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kesempatan itu, Budi juga mengapresiasi peran PMI dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, PMI, dan para mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan.

Ke depan, Kemenkes menargetkan pemulihan empat puskesmas yang tersisa dengan dukungan alat berat berukuran kecil agar dapat membersihkan lumpur di ruang-ruang fasilitas kesehatan.

“Jika tersedia alat berat kecil beserta operatornya, kami berharap dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lisa Mariana Beri Sindiran Pedas Aura Kasih dan Ridwan Kamil, Singgung Soal Pantulan Air, Ada Apa Gerangan?
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Kenali 6 Tanda Nomor WhatsApp Anda Diblokir Orang Lain
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aduan Warga Gagalkan Masuknya 133 Ton Bawang Ilegal di Semarang
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puncak Arus Balik Nataru, 24 Ribu Kendaraan Padati Tol Cipali Arah Jakarta Sore Ini
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istri Fiersa Besari Ditabrak Mobil saat Akan Liburan, Penabrak Tawarkan Ganti Rugi Rp200 Ribu
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.