Meski gagal meraih kemenangan dan ditahan imbang Star Generation Putri 2-2 di Lapangan Bogowonto, Sabtu (3/1/2025) pagi, Persegres Putri menunjukkan perkembangan signifikan dalam teknik passing dan shooting.
Dua gol Persegres Putri dicetak Dhely Oktavia, sementara Star Generation membalas lewat Della Shavira dan Fazria Sastra Salsabilla, yang mencetak gol penyeimbang di menit akhir.
Muhammad Hanif Sirajuddin pelatih Persegres Putri menyoroti progres tim dibanding pertandingan sebelumnya.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah mulai bisa melakukan passing dan shooting dengan lebih baik. Itu perkembangan yang positif dibanding sebelumnya, ketika mereka masih kesulitan mengeksekusi teknik dasar,” ujar Hanif selepas berlaga di ajang Hydroplus Soccer League.
BACA JUGA: Merayu dengan Kesabaran, Strategi Agita Mencetak Generasi Sepak Bola Putri di Gresik
Meski demikian, Hanif mengakui fokus anak asuhnya masih menjadi tantangan, terutama pada menit-menit akhir pertandingan. “Anak-anak masih kurang konsentrasi di akhir pertandingan. Satu menit saja buyar, semua bisa kacau,” jelasnya.
Pelatih ini menegaskan pentingnya edukasi dasar bagi pemain putri, termasuk passing, shooting, dan awareness di lapangan. “Basic passing, basic shooting, dan awareness itu penting bagi pemain sepak bola putri,” tambahnya.
Hanif juga menekankan evaluasi berkelanjutan meski ada kendala kondisi pemain. “Banyak pemain yang sakit, jadi kami harus memastikan kondisi mereka tetap prima saat latihan dan pertandingan,” tutupnya.
Perkembangan teknik ini menjadi modal penting Persegres Putri untuk menghadapi laga-laga berikutnya, meski hasil akhir di laga ini belum maksimal. (saf/faz)


