Keuntungan Mengonsumsi Jahe untuk Pencernaan dan Energi

suarasurabaya.net
1 hari lalu
Cover Berita

Para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi jahe sebelum atau bersamaan dengan waktu makan. Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi manfaatnya.

“Penelitian tentang waktu yang tepat untuk mengonsumsi jahe masih terbatas,” kata Jane Leverich ahli diet dan nutrisi kuliner asal Denver.

“Namun, bukti yang ada menunjukkan jahe lebih efektif bila dikonsumsi sebelum atau bersama dengan makan,” jelas Leverich dilansir dari Health pada Sabtu (3/1/2026).

Interaksi jahe dengan makanan dan proses pencernaan menjadi alasan di balik rekomendasi ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan gejala seperti mual dan perut kembung, serta mempercepat pengosongan lambung, meski bukti ilmiah mengenai hal ini masih terbatas.

Selain membantu pencernaan, jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang bermanfaat menenangkan sistem pencernaan, menurut Meena Malhotra, dokter pengobatan fungsional dan integratif serta direktur medis di Heal n Cure.

Jahe juga dapat mendukung regulasi kadar gula darah, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak positif bagi energi tubuh.

“Mengonsumsi jahe bersama makanan bisa membantu mencegah fluktuasi gula darah yang sering menyebabkan kelelahan setelah makan,” ujar Malhotra.

“Jika seseorang merasa lebih berenergi setelah mengonsumsi jahe, kemungkinan besar itu karena stabilitas kadar gula darah, pencernaan yang lebih lancar, atau rasa kenyang yang lebih lama—bukan karena jahe berfungsi sebagai stimulan,” sambung Leverich.

Faktor yang Memengaruhi Efektivitas Jahe
Jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi sejauh mana jahe dapat membantu pencernaan.

Jahe lebih efektif saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang besar, berlemak, atau kaya serat—makanan yang cenderung bergerak lebih lambat dalam sistem pencernaan.

“Dalam kondisi seperti ini, mengonsumsi jahe sebelum atau bersamaan dengan makan bisa merangsang motilitas usus sejak awal pencernaan,” kata Leverich.

Sementara itu, konsumsi jahe mungkin kurang signifikan untuk makanan dengan porsi kecil.

Jenis jahe juga memengaruhi manfaat yang dapat diperoleh. Jahe segar mengandung kadar gingerol yang lebih tinggi, senyawa yang berperan dalam manfaat antioksidan, anti-inflamasi, dan pencernaan.

Sementara itu, pada jahe yang dikeringkan atau dipanaskan, sebagian gingerol berubah menjadi shogaol—senyawa yang lebih terkonsentrasi dengan efek biologis serupa, namun tidak berpengaruh pada pengosongan lambung seperti gingerol.

“Untuk mendukung pencernaan dan mengurangi rasa kenyang atau kembung setelah makan, jahe segar atau teh jahe dari akar segar lebih disarankan. Sementara jahe bubuk atau kering masih bermanfaat untuk meredakan mual atau kenyamanan umum,” kata Leverich. (saf/faz)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persis Solo vs Persita Tangerang, Laskar Sambernyawa Berambisi Akhiri Puasa Kemenangan
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pemuda di Garut Diamuk Keluarga Kades Usai Kritik Jalan Rusak: Mau Tenar Kamu?
• 3 jam laludetik.com
thumb
Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, Tapi Defisit dengan China Kian Dalam
• 22 menit lalubisnis.com
thumb
Asisten Inara Rusli Kena Mental jadi Saksi Kunci Kasus Video CCTV Perzinaan Majikan, Dapat Tekanan dan Ancaman?
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Donald Trump Tangkap Maduro, Pengamat: AS Terpukul Venezuela Lakukan Hubungan Dagang dengan China
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.