Aksi solidaritas sesama pekerja seni ditunjukkan oleh presenter kondang Raffi Ahmad terhadap aktor senior Diding Boneng. Raffi diketahui mengirimkan bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk membantu biaya renovasi rumah sang aktor yang ambruk di Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.
Adik bungsu Diding Boneng, Zainal Wahyudin alias Bambang, mengonfirmasi bantuan dari suami Nagita Slavina tersebut.
"Dari Raffi Ahmad ada masuk, Rp 50 juta. Alhamdulillah ya," ungkap Bambang saat berbincang dengan kumparan.
Bambang menceritakan, proses penyerahan bantuan tersebut dilakukan melalui perwakilan Raffi Ahmad di kediaman pengurus RW setempat agar lebih kondusif.
"Perwakilan ada Pak Fahmi kalau enggak salah, ya, asisten pribadinya (Raffi Ahmad). Serah terimanya saya enggak tahu detailnya karena saya lagi di lokasi (pembangunan), kalau enggak salah di rumah Pak RW serah terimanya," jelas Bambang.
Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga besar Diding Boneng. Sebab, biaya untuk membangun kembali rumah yang sudah rata dengan tanah tersebut diperkirakan mencapai angka ratusan juta rupiah karena harus dirombak secara total.
"Kalau dikira-kira biayanya bisa di atas Rp 100 juta lah mungkin. Karena ini rombak total, pengerjaan dari nol lagi. Bisa tembus Rp 200 juta kali ya untuk semuanya sampai jadi," tambah Bambang.
Selain dari Raffi Ahmad, pihak keluarga juga menyebut adanya uluran tangan dari lembaga negara.
"Bantuan juga ada masuk dari BAZNAS. Untuk pembangunan ini kami memang sangat terbantu dengan adanya perhatian dari berbagai pihak," tutur Bambang.
Keluarga Tetap Terbuka Uluran Bantuan dari Rekan Artis LainnyaMeski bantuan telah mengalir, Bambang tidak menutup pintu rekan sesama artis atau kolega Diding Boneng di dunia hiburan yang ingin turut membantu.
Ia berharap bantuan bisa mempercepat proses pembangunan agar sang kakak bisa segera pulang ke rumah yang layak.
"Insyaallah mungkin ada dari teman-teman seniman lain yang nonton (berita) ini bisa ikut bantu. Mudah-mudahanlah ada jalan lagi," harap Bambang.
Bagi keluarga, rumah ini bukan sekadar bangunan, melainkan tempat bernaung bagi Diding Boneng dan saudaranya.
"Di sini ada Pak Boneng, nanti ada kamarnya sendiri. Total ada enam adik-kakak, jadi memang butuh ruang yang cukup," ujar Bambang.
Saat ini, pengerjaan terus dipantau oleh warga dan pihak keluarga. Bambang mengaku bersyukur karena banyak pihak yang peduli pada kondisi kakaknya yang saat ini juga sedang berjuang sembuh dari sakit asma.
"Targetnya sebulan-dua bulan sudah rampung. Dengan bantuan yang ada sekarang, kami optimis rumah ini bisa berdiri lagi seperti sedia kala," pungkas Bambang.
Pantauan kumparan di lokasi pada Sabtu (3/1), suasana di kediaman Diding Boneng tampak sibuk. Beberapa tukang terlihat sibuk menyusun bata herbel putih yang menjadi sekat-sekat ruangan.
Warga sekitar tampak antusias membantu membereskan puing-puing sisa reruntuhan yang masih menumpuk di sudut rumah. Aroma semen basah, batu bata herbel, dan debu, terasa pekat di tengah hiruk-pikuk suara palu dan mesin gerinda yang beradu.



