Penulis: Alfin
TVRINews, Venezuela
Sejumlah ledakan mengguncang Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026, dini hari waktu setempat. Sedikitnya tujuh ledakan disertai suara pesawat terbang rendah terdengar di berbagai lokasi, sementara sejumlah video memperlihatkan kepulan asap menjulang ke udara.
Rekaman ledakan tersebut diunggah Trtworld melalui akun Instagram resminya. Dalam video terlihat beberapa helikopter terbang di atas kota bersamaan dengan ledakan di darat.
Pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional menyusul insiden tersebut. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut peristiwa ini sebagai "agresi militer yang sangat serius" oleh Amerika Serikat terhadap Caracas.
"Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian pernyataan resmi Pemerintah Venezuela, dikutip dari AFP.
Pemerintah menuding serangan tidak hanya menyasar ibu kota, tetapi juga negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira. Serangan tersebut disebut bertujuan merebut sumber daya strategis Venezuela, termasuk minyak dan mineral milik negara.
Maduro telah menandatangani penetapan "keadaan darurat eksternal" serta "memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk diimplementasikan pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat", sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi pemerintah.
Pemerintah juga menyerukan mobilisasi nasional dan mengajak masyarakat turun ke jalan untuk membela negara.
"Rakyat turun ke jalan!" demikian bunyi pernyataan pemerintah Venezuela menyusul rentetan ledakan di Caracas.
"Pemerintahan Bolivarian menyerukan kepada semua kekuatan sosial dan politik di negara ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini," tegas pernyataan tersebut.
"Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, dalam kesatuan militer-polisi-rakyat yang sempurna, dikerahkan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian," imbuh pemerintah Venezuela.
Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Namun sejumlah media terkemuka AS, termasuk CBS News dan Fox News, melaporkan pernyataan beberapa pejabat pemerintah AS yang enggan disebut namanya, mengonfirmasi keterlibatan militer AS dalam serangan di Caracas.
Pemerintah Venezuela juga menyatakan akan menyampaikan aduan resmi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sekretaris Jenderal PBB, serta berbagai badan internasional lainnya untuk menuntut kecaman terhadap Amerika Serikat.
Editor: Redaktur TVRINews





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461930/original/028781800_1767496248-WhatsApp_Image_2026-01-04_at_09.57.06.jpeg)