Bisnis.com, CIREBON - Arus lalu lintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) mengalami lonjakan signifikan sepanjang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Data Astra Infra Toll Road mencatat akumulasi kendaraan melintas sejak H-8 hingga H+10 mencapai 1.352.498 kendaraan, jauh melampaui rata-rata lalu lintas harian normal.
Peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak fase pra-Natal. Pada Kamis (18/12/2025) atau H-7, jumlah kendaraan tercatat 66.138 unit atau naik 18% dibandingkan kondisi normal.
Lonjakan berlanjut pada Sabtu (20/12/2025) (H-5) dengan 87.264 kendaraan atau meningkat 34%. Kenaikan paling tajam pada fase ini terjadi Selasa, 23 Desember 2025 (H-2) yang menembus 77.595 kendaraan atau melonjak 49%.
Memasuki Hari Natal, arus kendaraan melonjak drastis. Pada Kamis (25/12/2025), volume lalu lintas mencapai 109.350 kendaraan. Angka tersebut menjadi salah satu puncak tertinggi selama periode Nataru.
Lonjakan kembali terjadi pada Minggu (28/12/2025) dengan 111.541 kendaraan atau meningkat 63% dibandingkan lalu lintas harian normal.
Head of Corporate Communications Astra Infra, Deddy Pradityo Opficon, menilai peningkatan lalu lintas di Tol Cipali mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun. Menurut dia, ruas Cipali tetap menjadi koridor utama pergerakan kendaraan dari Jabodetabek menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca Juga
- Tingkat Okupansi Hotel di Jawa Timur Tembus 95% Pada Libur Nataru 2025/2026
- Daop 8 Surabaya Catat 3.504 Wisatawan Asing Naik Kereta Api selama Libur Nataru
- 8,6 Juta Orang Kunjungi Jateng Saat Nataru
“Tol Cipali masih menjadi tulang punggung arus perjalanan jarak jauh, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru. Lonjakan ini menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pariwisata,” ujar Deddy, Sabtu (3/1/2026).
Pada periode pascanatal hingga akhir tahun, arus lalu lintas masih bertahan di atas rata-rata normal meski mulai menunjukkan tren penurunan. Selasa (30/12/2025) (H+5), jumlah kendaraan tercatat 78.541 unit atau naik 50,62%. Rabu, 31 Desember 2025 (H+6), volume kendaraan mencapai 70.911 unit atau meningkat 29,17%.
Memasuki awal Januari 2026, arus kendaraan kembali bergerak naik. Kamis (1/1/2026) (H+7) tercatat 78.515 kendaraan atau naik 39,59%. Peningkatan berlanjut pada Jumat, 2 Januari 2026 (H+8) dengan 80.726 kendaraan atau tumbuh 24%.
Deddy menjelaskan, pola pergerakan kendaraan selama Nataru 2025/2026 tidak hanya terkonsentrasi pada satu hari puncak. Mobilitas masyarakat cenderung menyebar, baik sebelum Natal maupun setelahnya. Kondisi ini membantu mengurangi tekanan kepadatan ekstrem, meski volume total tetap tinggi.
“Distribusi perjalanan yang lebih merata membuat arus lalu lintas relatif terkendali. Namun, secara total, peningkatan tetap signifikan dan membutuhkan kesiapan penuh dari pengelola jalan tol,” katanya.
Dari sisi ekonomi, lonjakan arus kendaraan memberi dampak berantai terhadap aktivitas usaha di sepanjang jalur Cipali. Sektor rest area, logistik, transportasi, hingga UMKM kuliner merasakan peningkatan transaksi selama periode libur panjang. Mobilitas tinggi juga menjadi indikator kuat pergerakan konsumsi masyarakat di momen akhir tahun.
Astra Infra menilai data arus Nataru ini penting sebagai dasar evaluasi pengelolaan lalu lintas dan perencanaan operasional pada libur panjang berikutnya. Dengan tren mobilitas yang terus meningkat, penguatan layanan, keselamatan, dan manajemen arus lalu lintas menjadi faktor krusial menjaga kelancaran distribusi ekonomi antarwilayah.

