Jakarta, tvOnenews.com - Bantuan kemanusiaan berupa air bersih dan posko medis menjadi harapan baru bagi penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Dua pekan setelah bencana, terbatasnya akses air bersih masih menjadi persoalan utama yang masih dihadapi warga
Pasalnya, mayoritas sumber air tercemar lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk konsumsi maupun kebutuhan sanitasi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih ke wilayah Aceh Tamiang melalui 191 unit mobil tangki yang beroperasi secara bergilir.
Selain pendistribusian air bersih selama masa transisi darurat, Pertamina juga mulai melakukan pemulihan sumber air warga secara bertahap.
“Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” ujar Baron, Sabtu (3/1/2026).
Salah satu warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru, Yanti, mengatakan bahwa selama beberapa waktu pascabencana, ia dan keluarganya terpaksa memanfaatkan air parit bercampur lumpur untuk memenuhi kebutuhan harian.
Situasi itu mulai membaik setelah bantuan air bersih dari Pertamina Peduli disalurkan secara rutin setiap dua hari.
“Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti.
Hal serupa disampaikan Putera, warga setempat, yang menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sangat memprihatinkan.
Air parit bercampur lumpur harus disaring lebih dulu sebelum digunakan, meski kualitasnya tetap tidak layak.
“Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.
Program sanitasi tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.



