Liburan Usai! Ini Tips Siapkan Mental Anak Masuk Sekolah

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen berakhirnya liburan sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri, baik bagi orang tua maupun anak. Setelah berpekan-pekan menikmati jadwal yang fleksibel dan santai, transisi kembali ke rutinitas akademik bisa memicu kecemasan atau yang sering disebut dengan post-holiday blues.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Menyikapi fenomena ini, psikolog Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menekankan pentingnya peran orang tua dalam menyiapkan kondisi mental anak secara bertahap. Menurutnya, kesiapan mental yang matang sebelum hari pertama sekolah sangat memengaruhi tingkat kepercayaan diri dan kenyamanan anak saat kembali ke lingkungan belajar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Dampak Camilan Manis Berlebihan pada Kesehatan Anak
  • Angelina Jolie Kunjungi Perbatasan Rafah, Siapkan Bantuan untuk Anak Yatim di Gaza
  • Labubu dan K-Pop Demon Hunters Dominasi Tren Konsumen Asia pada 2025

"Orang tua perlu memperhatikan kondisi emosi anak, seperti adanya rasa malas, cemas, atau enggan kembali ke sekolah," kata psikolog klinis yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu dari Jakarta pada Sabtu (3/1/2026).

Devi, yang menjabat sebagai Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh, menyarankan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak serta mendengarkan kekhawatiran maupun harapan mereka sebelum kembali ke sekolah. Selama berkomunikasi dengan anak, ia melanjutkan, orang tua dapat memberikan gambaran-gambaran positif tentang kegiatan sekolah seperti mengikuti kembali pelajaran-pelajaran yang disukai anak dan bertemu kembali dengan teman-teman sekolah.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Beberapa hari sebelum anak kembali bersekolah, menurut dia, orang tua perlu pula membantu menyesuaikan kembali pola tidur maupun pola makan anak yang mungkin berubah selama liburan. Di samping itu, ia menyampaikan perlunya melibatkan anak dalam mempersiapkan perlengkapan, seragam, sampai jadwal harian selama sekolah.

"Konsistensi rutinitas disertai dukungan emosional dan suasana rumah yang kondusif akan membantu anak kembali beradaptasi dengan lebih nyaman," ujarnya.

Devi mengingatkan orang tua untuk menerapkan aturan yang jelas dan konsisten mengenai durasi dan waktu penggunaan gawai berdasarkan kesepakatan dengan anak menjelang akhir liburan. Selain membatasi penggunaan gawai, menurut Devi, orang tua sebaiknya menyiapkan alternatif aktivitas menyenangkan bersama agar anak tidak hanya bergantung pada gawai untuk mendapatkan hiburan.

Menurut dia, orang tua bisa mengajak anak untuk membuat jadwal harian bersama, menceritakan pengalaman menyenangkan di sekolah, membaca buku bersama, memasak bersama, atau berolahraga bersama. Selain dapat mengalihkan perhatian anak dari gawai, aktivitas-aktivitas bersama semacam itu dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar anak serta mempererat ikatan emosional keluarga.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mahfud MD Wanti-wanti Penerapan Restorative Justice dan Plea Bargaining di KUHAP Baru: Jangan Sampai Terjadi Jual Beli Perkara
• 10 jam lalufajar.co.id
thumb
Rincian Biaya Kuliah UT 2026, Kenali Perbedaan SIPAS dan Non-SIPAS
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
BNPB tetap beri DTH kepada warga yang rumahnya dipenuhi lumpur
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pemprov DKI Pilih Pendekatan Humanis untuk Pelaku Tawuran, Bansos Tetap Aman
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Pengacara Pastikan Nadiem Hadir di Sidang Dakwaan Kasus Chromebook yang Dua Kali Tertunda
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.