Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya yang diperkirakan berlangsung hingga 7 Januari 2026.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya," ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, di Manado, Sabtu (3/1).
Gelombang dan Angin Kencang Ancam Keselamatan PelayaranBMKG mengimbau warga, khususnya pelaku kegiatan pelayaran, untuk memperhatikan tinggi gelombang dan kecepatan angin demi keselamatan.
Untuk perahu nelayan, perlu diwaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.
Kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin melebihi 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.
Sementara kapal feri disarankan waspada apabila kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Angin umumnya bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 6–15 knot.
Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di perairan Nusa Utara dan Laut Maluku, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut.
Wilayah Terdampak Gelombang 1,25–2,5 MeterBMKG mencatat bahwa gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Sulut, yaitu:
Laut Sulawesi
Perairan Minahasa Utara
Perairan Kepulauan Sangihe
Perairan Kepulauan Talaud
Perairan Kepulauan Sitaro
Laut Maluku
BMKG meminta masyarakat, nelayan, serta operator pelayaran untuk terus memantau informasi cuaca maritim dari kanal resmi BMKG demi keselamatan bersama.



