Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera guna mencegah terjadinya banjir dan longsor susulan, khususnya di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan langkah ini dilakukan menyusul masih adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga durasi panjang di wilayah terdampak bencana dalam beberapa hari terakhir.
“Operasi modifikasi cuaca terus kami optimalkan untuk mengurangi curah hujan di daerah rawan, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor,”kata Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima tvrinews, Sabtu, 3 Januari 2026.
Abdul menjelaskan, pelaksanaan OMC saat ini didukung hingga tiga pesawat di masing-masing provinsi, yang beroperasi secara intensif dan terkoordinasi dengan BMKG. Jika kondisi cuaca memburuk, operasi dapat ditingkatkan menjadi 24 jam nonstop.
Baca Juga: DTH Disalurkan, 2.270 KK Terdampak Banjir di Sumbar Terima Bantuan
Selain OMC, BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), TNI-Polri, serta pemerintah daerah juga mempercepat normalisasi sungai dan saluran air di sejumlah titik rawan luapan. Penambahan alat berat dan personel telah dilakukan untuk mempercepat pembersihan material sedimen dan puing banjir.
“OMC kami jalankan beriringan dengan upaya di darat, seperti normalisasi sungai, agar risiko banjir susulan dapat ditekan semaksimal mungkin,” jelas Abdul.
Di Sumatera Barat, hujan dengan durasi panjang sebelumnya sempat memicu longsor susulan di beberapa lokasi, seperti kawasan Maninjau dan Kota Padang. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan upaya mitigasi terpadu oleh BNPB dan instansi terkait.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.
Editor: Redaktur TVRINews




