Sebuah jembatan penghubung Desa Gunung Muda dan Desa Air Abik, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, roboh.
Jembatan berukuran panjang 6 meter dan lebar 8 meter tersebut diduga ambruk akibat perubahan bentangan alur sungai yang menyebabkan pondasinya tergerus derasnya air.
Akibat kejadian ini, akses jalan yang sering dilalui kendaraan masyarakat untuk sementara terputus dan tidak dapat dilalui.
Bupati Bangka Fery Insani mengatakan robohnya jembatan karena berunahnya bentang alam. Sehingga pondasi tergerus derasnya debit air sungai akibat hujan lebat. "Bentang alur sungai ini berubah, makanya pondasi tergerus, hingga jembatan roboh," kata Bupati,
Sabtu (3/1).
Untuk saat ini pihaknya sedang mengerjakan jalan dan jembatan. Darurat dengan kayu agar warga bisa melintas. "Kami targetkan jalan dan jembatan darurat ini selesai sebelum tanggal 10 Januari nanti, atau sebelum anak-anak masuk sekolah," ujarnya.
Sebab menurut dia kasihan. Warga dua desa harus mencari jalan lain yang cukup jauh.
Mengingat jembatan ini ramai di lalui kendaraan setiap harinya, maka harus segera di bangun jembatan permanen, Januari ini langsung lelang, nanti akan kami sampaikan ke DPRD pada APBD perubahan," ungkap dia.
Selain memutus akses jalan, kejadian ini juga menimbulkan korban. Dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas saat jembatan roboh terjatuh dan mengalami luka.
Keduanya, menurut Fery, sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis."Untuk dua korban akan kami santuni, ini tanggung jawab kami,"ucap Bupati. (H-1)





